HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Generasi Muda Mathla’ul Anwar (DPP GEMA MA), Ahmad Nawawi, menyatakan dukungan penuh terhadap penayangan dan penyebaran film Ageman.
Film yang mengangkat tema besar toleransi, keberagaman, dan nilai-nilai luhur nusantara ini dinilai menjadi angin segar sekaligus oase di tengah tantangan polarisasi sosial yang kerap melanda generasi muda saat ini.
“Film ini diangkat dari kisah nyata transformasi kisah sahabat saya, Ken Setiawan yang dulu Radikal dan kini menjadi moderat,” kata Ahmad Nawawi dalam keterangannya, Jumat (2/10/2026).
Ia yakin film tersebut sangat sarat akan makna besar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih, Nawawi menyebut jika dirinya mengenal langsung sosok Ken, serta kiprahnya selama ini.
“Saya tahu betul perjalanan hidup Mas Ken Setiawan, karena saya pernah bersama beliau saat melakukan kunjungan untuk misi perdamaian ke Palestina,” ujarnya.
Kemudian, Nawawi juga menekankan tentang pentingnya memandang film tersebut dalam kacamata yang sangat luas. Sebab ada makna besar yang bisa dijadikan landasan, yakni kemanusiaaan.
“Lewat film ini, kita diingatkan kembali bahwa di balik setiap perbedaan, ada satu bahasa universal yang kita semua pahami: yaitu kemanusiaan,” tutur Nawawi.
Lebih lanjut, ia pun merekomendasikan kepada seluruh masyarakat untuk menonton film Ageman tersebut.
“Film ini sangat layak ditonton dan didiskusikan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia agar kita dapat hidup rukun, aman damai walaupun latar belakang kita berbeda beda,” serunya.
Menurut Ahmad Nawawi, film Ageman bukan sekadar sebuah karya seni visual yang menghibur, melainkan sebuah instrumen dakwah kultural yang sangat efektif.
“Ageman”, yang dalam filosofi Jawa berarti pakaian atau pegangan hidup (merujuk pada agama dan keyakinan), digambarkan dengan sangat apik sebagai perekat sosial, bukan pemisah antar-kelompok.
Film ini sejalan dengan khittah Mathla’ul Anwar dalam memperjuangkan pendidikan dan dakwah yang moderat.
“Ageman berhasil memotret keindahan hidup berdampingan tanpa harus mengorbankan akidah masing-masing keyakinan,” jelasnya.



