“Indonesia dan Tanzania tentunya tidak hanya menjadi lokasi penelitian saja, tapi kita memiliki kesempatan untuk membuat suatu kepemimpinan ilmiah yang nanti akan merubah kebijakan yang ada,” kata Rina.
Ia menjelaskan, penelitian tersebut melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari gizi, tuberkulosis, farmasi, epidemiologi, dan statistik hingga ilmu sosial. Pendekatan multidisiplin ini diharapkan dapat menghasilkan temuan yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat dan para pemangku kepentingan.
Rina juga menekankan bahwa keberhasilan penelitian membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk masyarakat, pemerintah, akademisi, dan media.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Penelitian, Inovasi, Kemahasiswaan, dan Alumni Universitas Indonesia, Hamdi Muluk, menyatakan bahwa keterlibatan UI dalam penelitian ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
“Bagi UI yang paling penting, kami menjalankan fungsi Tridharma, yaitu pengajaran dan penelitian dan pengabdian masyarakat,” ujar Hamdi.
Ia menilai penelitian berbasis bukti ilmiah penting untuk mendukung pengambilan kebijakan. Hasil penelitian yang terbukti efektif nantinya diharapkan dapat diterapkan secara lebih luas untuk membantu menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat.
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, industri, masyarakat, dan media pun dinilai penting agar hasil penelitian dapat diketahui publik dan memberi dampak nyata bagi upaya penanggulangan TBC di Indonesia.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...