Petani NasDem Siapkan Tiga Program, dari Demplot 2 Hektare hingga Perhutanan Sosial

3 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua DPP Petani NasDem Arif Rahman menyiapkan tiga program kerja untuk mengembangkan sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Program tersebut meliputi pembangunan demplot pertanian terintegrasi seluas dua hektare di setiap provinsi, pemberdayaan Kampung Nelayan Merah Putih dan budidaya ikan air tawar, serta pemetaan kelompok tani hutan untuk mengakses program perhutanan sosial dan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).

Arif mengatakan ketiga program itu dirancang untuk mengembangkan potensi daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan. Ia ingin Petani NasDem tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga menjalankan program yang dapat dirasakan masyarakat.

“Teori menurut saya sudah cukup, hari ini saya dilantik, hari ini juga saya dan seluruh pengurus DPP akan bekerja nyata dan saya akan buktikan bahwa kita akan berbuat,” kata Arif dalam pidatonya di NasDem Tower, Jakarta Pusat, Kamis (22/10/2026).

Program pertama berupa pembangunan demplot pertanian terintegrasi yang ditargetkan seluas dua hektare di setiap provinsi. Demplot tersebut akan menjadi tempat pengembangan komoditas unggulan daerah, mulai dari kopi di Aceh, kakao di Sulawesi Barat, rumput laut di Nusa Tenggara Barat, hingga padi organik di Jawa.

“Demplot ini akan membedah potensi daerah: Aceh dengan kopinya, Sulbar dengan kakaonya, NTB dengan rumput lautnya, Jawa dengan padi organiknya,” ujar Arif.

Arif juga merancang integrasi hasil produksi dengan pasar, termasuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pasar ekspor. Pengembangan pertanian itu akan mencakup rantai usaha dari hulu hingga hilir, seperti penyediaan benih, penggunaan teknologi pertanian, hingga fasilitas penyimpanan hasil panen.

“Demplot ini akan menyediakan solusi pasar: sebelum tanam, pasar sudah kami siapkan, kami satukan hasilnya dengan program makan bergizi gratis Presiden Prabowo dan pasar ekspor, petani menanam dengan harga yang dimuliakan,” kata Arif.

Ia mencontohkan pengembangan potensi gula aren di Maluku. Menurut Arif, pihaknya telah mengirimkan mesin pengolahan gula aren ke wilayah tersebut. Petani NasDem juga berencana mengembangkan rumput laut di Maluku, dengan kemungkinan penerapan program serupa di daerah lain sesuai potensi masing-masing.

“Di sana sehari bisa mencapai 100 ton. Makanya kemarin sudah konkret kita lakukan, kita mengirim mesin processing untuk gula aren langsung ke Maluku,” ungkapnya.

Program kedua menyasar masyarakat pesisir melalui pemberdayaan Kampung Nelayan Merah Putih serta budidaya ikan lele dan nila.
Arif ingin kawasan nelayan dikembangkan menjadi pusat kegiatan ekonomi yang ditunjang dermaga, tempat penyimpanan berpendingin atau cold storage, pabrik es, ketersediaan bahan bakar, dan koperasi.

“Kita jadikan kampung nelayan sebagai pusat ekonomi baru dan ada dermaga di situ, ada cold storage di situ, ada pabrik es di situ, dan kami akan juga menjamin solar untuk para nelayan, dan kita akan membentuk koperasi yang kuat,” ujar Arif.

Sementara itu, program ketiga berfokus pada pengelolaan hutan melalui pemetaan kelompok tani hutan dan pengembangan akses terhadap perhutanan sosial serta KHDPK. Arif menilai pengembangan ekonomi masyarakat perlu berjalan beriringan dengan perlindungan lingkungan, terutama di tengah persoalan kebakaran hutan yang ia soroti.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Nur Aisah Zamil
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Nur Aisah Zamil, Muhammad Ibnu Idris
3 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU