Salah satu bentuk kerja sama tersebut dilakukan melalui pengiriman peserta pelatihan ke Jepang.
Mereka mempelajari secara langsung bagaimana program free meals bagi siswa diselenggarakan.
Bagi BGN, pengalaman dari negara lain kemudian akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat model MBG yang sudah berjalan di Indonesia.
Dengan begitu, pencarian model baru bukan berarti mengganti seluruh sistem yang ada, melainkan mencari bagian-bagian yang bisa diadopsi dan disesuaikan agar pelaksanaan MBG semakin efektif.
“Kami ingin banyak mendengar, banyak belajar, banyak melihat, kemudian banyak mengadopsi yang baik-baik dan yang bagus-bagus dari banyak sumber, sehingga program free meals kita ini bisa berjalan sebaik-baiknya di Indonesia,” ujar Sudaryono.



