HOLOPIS.COM, BALI – Produk lokal kini tak lagi sekadar suvenir pinggiran. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar, secara langsung menyaksikan lompatan dramatis UMKM Indonesia, yang kini bukan hanya numpang tampil, tetapi resmi ‘menjajah’ dan mendominasi gerai ritel modern, Pendopo, di Living World Denpasar.
Dalam kunjungannya yang sarat inspirasi tersebut, Wamen Ekraf menegaskan bahwa produk-produk beridentitas budaya ini telah menjadi mesin pertumbuhan baru (the new engine of growth) bagi ekonomi nasional.
“Kita harus terus mendorong inovasi dan kreativitas UMKM, termasuk melibatkan generasi muda, agar produk lokal tidak hanya dikenal di dalam negeri tetapi juga menembus pasar global,” ujar Wamen Ekraf dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Kamis (9/10/2025).
Kunjungan Wamen Ekraf ini merupakan bagian dari upaya Kementerian Ekraf untuk memperkuat ekosistem kreatif. Di Pendopo, Wamen Irene Umar meninjau langsung koleksi lebih dari 200 UMKM yang telah melalui proses kurasi profesional. Suasana di gerai tersebut jauh dari kesan toko konvensional ia lebih menyerupai galeri budaya modern.
Mulai dari fasyen berbahan kain tradisional yang didesain kontemporer, tas anyaman rotan dengan sentuhan minimalis, hingga minuman herbal yang dikemas elegan, semua produk memancarkan kekayaan budaya Nusantara.
Wamen Ekraf bahkan berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha, mencoba produk kuliner, dan menyaksikan lomba fashion show anak bertema etnik yang riuh sebuah sinyal bahwa regenerasi kecintaan terhadap budaya telah dimulai di tingkat paling muda.
Wamen Ekraf menyebut Pendopo sebagai bukti nyata bahwa UMKM dapat berkembang pesat di pasar modern tanpa harus kehilangan identitas budayanya. Kunci dari transformasi ini, menurutnya, adalah kurasi profesional yang ketat dan kolaborasi yang solid.
“Dengan kurasi profesional dan kegiatan kreatif yang inovatif, produk lokal memiliki potensi menjadi the new engine of growth bagi ekonomi kreatif Indonesia,” jelasnya.
Ia menyoroti pendekatan Hexahelix kolaborasi enam pihak yang melibatkan pemerintah, akademisi, pelaku industri, kreator/komunitas, media, dan masyarakat/UMKM sebagai formula jitu.
Pendekatan ini memungkinkan UMKM bertransformasi dari usaha tradisional menjadi pemain ekonomi kreatif yang siap bersaing, sambil secara simultan menjaga kekayaan budaya Indonesia agar tetap relevan di zaman modern.
Pendopo kini berfungsi sebagai ruang eksperimen dan inovasi. Ke depan, ruang inspiratif ini juga dipastikan akan turut memeriahkan rangkaian acara “Oktober Kreasi” dalam peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional, memperkuat pesan bahwa kolaborasi lintas ekosistem adalah masa depan ekonomi kreatif Indonesia.




