HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto ingin pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak hanya tercermin dari angka statistik, tetapi juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Pemerintah disebut ingin memperluas kesempatan ekonomi, memperkuat UMKM, hingga membuka akses pendidikan yang lebih luas.
Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Syahganda Nainggolan saat menghadiri Program Pemantapan Nilai-nilai Kebangsaan (PPNK) Angkatan VII Kadin Indonesia di Jakarta, Sabtu (10/10/2026).
Syahganda mengatakan, kehadiran negara dalam kehidupan masyarakat menjadi salah satu prinsip yang ingin diwujudkan Prabowo melalui kebijakan pemerintah.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan upaya mengurangi ketimpangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Yang diinginkan oleh Bapak Presiden adalah pertama, negara hadir. Karena menurut beliau itu adalah perintah konstitusi yang dikembangkan oleh Bung Karno (Sukarno) zaman dulu dan dia teruskan itu,” ujar Syahganda.
Ia juga menyebut Prabowo ingin Indonesia memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang di sektor industri dan teknologi. Kedua sektor tersebut dinilai penting agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mampu memperkuat kapasitas produksi nasional.
Perubahan Global Dinilai Buka Peluang
Syahganda turut menyoroti perubahan kebijakan perdagangan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump. Kebijakan tarif dan sikap Washington terhadap Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), menurutnya, ikut memengaruhi dinamika ekonomi global.
Situasi tersebut dinilai dapat membuka peluang bagi Indonesia untuk memperkuat industri dalam negeri dan meningkatkan perannya dalam perdagangan internasional.
“Ketika Donald Trump ini sendiri menarik diri dari globalisme, di sinilah sebenarnya ada peluang bangsa kita untuk tumbuh berkembang. Nah, ini yang sebenarnya menurut saya, yang kita lihat dari sisi globalnya ada peluang. Dan Presiden insyaallah melihat itu sebagai peluang,” jelas Syahganda.
Peluang tersebut, menurutnya, perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kemampuan industri nasional sekaligus memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.
UMKM dan Pendidikan Jadi Perhatian
Selain penguatan industri, Syahganda menegaskan bahwa pemerataan kesejahteraan menjadi bagian penting dari arah kebijakan ekonomi Prabowo.
Ia menjelaskan, pemerintah ingin mengambil nilai-nilai positif dari kapitalisme, seperti kompetisi, transparansi, dan norma yang mendukung kegiatan ekonomi, sembari tetap menempatkan keadilan sosial sebagai tujuan.
“Konsep Pak Presiden mengambil yang baik-baik dari kapitalisme seperti kompetisi, norma-norma, transparansi dan lain-lain, harus dikembangkan dengan sosialismenya. Agar apa? Agar kesejahteraannya terjadi. Makanya konsen Pak Presiden adalah bagaimana itu yang disebut sebagai inclusive growth,” kata dia.
Konsep inclusive growth atau pertumbuhan inklusif mengarah pada pertumbuhan ekonomi yang membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk ikut menikmati hasil pembangunan.
Dalam konteks tersebut, UMKM dinilai memiliki peran penting karena dapat membuka peluang usaha, memperluas lapangan kerja, dan melibatkan lebih banyak masyarakat dalam kegiatan ekonomi.



