Pernyataan itu menjadi sorotan karena menyentuh persoalan kesiapan pemerintah menghadapi risiko yang dapat memengaruhi kehidupan masyarakat luas.
Dokter Tirta juga menegaskan bahwa Indonesia memiliki banyak pakar yang dapat memberikan masukan mengenai ancaman iklim dan cara mengurangi dampaknya.
“Pakar-pakar di Indonesia kan banyak yang kasih wanti-wanti. Kui rungokno. Dengarkan,” pungkasnya.
Seperti diketahui, El Nino berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.
Kondisi ini dapat meningkatkan risiko kekeringan, mengurangi ketersediaan air, serta mengganggu aktivitas pertanian apabila berlangsung dalam periode panjang.
Dampaknya tidak hanya dirasakan petani, tetapi juga masyarakat yang bergantung pada pasokan air untuk kebutuhan sehari-hari.
Karena itu, antisipasi perlu dilakukan sebelum kondisi memburuk.
Langkah mitigasi dapat mencakup pengelolaan cadangan air, pemantauan kondisi iklim, kesiapan sektor pertanian, hingga perlindungan masyarakat di wilayah rawan kekeringan.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...