HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta seluruh jajaran pemerintah mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Indonesia. Sebanyak lebih dari 60 ribu personel gabungan telah dikerahkan, sementara sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat terbatas mengenai penanganan karhutla secara hibrida dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (12/10).
Rapat tersebut turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam), serta Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) dari kedua provinsi tersebut.
Dalam rapat tersebut, Prabowo menerima laporan perkembangan penanganan karhutla dari sejumlah pihak terkait, termasuk Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan laporan yang disampaikan, sekitar 639 hektare lahan di enam provinsi prioritas masih dalam proses pemadaman.
Saat ini, perhatian utama pemerintah diarahkan pada penanganan kebakaran di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.
Prabowo meminta seluruh sumber daya yang tersedia digunakan secara optimal agar proses pemadaman berjalan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas ke wilayah lain.
Lebih dari 60 Ribu Personel Dikerahkan
Pemerintah mengandalkan operasi darat dengan melibatkan lebih dari 60.177 personel gabungan untuk menangani karhutla.
Operasi tersebut dilaporkan memiliki tingkat keberhasilan pemadaman rata-rata lebih dari 80 persen dari luas lahan yang baru terbakar setiap harinya.
Selain mengerahkan personel di lapangan, pemerintah juga menjalankan operasi udara untuk membantu memadamkan titik-titik kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
“Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” ujar Sekretariat Kabinet RI melalui akun resmi @sekretariat.kabinet, dikutip Senin (12/10).
Penggunaan water bombing dilakukan dengan menjatuhkan air dari udara ke area kebakaran sebagai bagian dari upaya mempercepat pemadaman.
Kombinasi operasi darat dan udara diharapkan dapat memperkuat penanganan, terutama di wilayah yang masih menjadi prioritas pemerintah.
Empat Provinsi Dilaporkan Membaik
Selain Sumatera Selatan dan Kalimantan Tengah, pemerintah turut memantau perkembangan karhutla di sejumlah provinsi lainnya.
Empat provinsi prioritas yang disebut menunjukkan perkembangan lebih baik adalah Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan satu provinsi lainnya yang perlu dipastikan kembali berdasarkan laporan resmi.



