HOLOPIS.COM, JAKARTA – BRAN bergerak cepat menggandeng Bank Tanah untuk memperkuat reforma agraria. Apa saja target utama Dedi Prasetyo dalam 100 hari pertama?
Badan Reforma Agraria Nasional (BRAN) mulai tancap gas pada masa awal pembentukannya.
Tak ingin kehilangan momentum, Kepala BRAN Dedi Prasetyo langsung menjalin komunikasi dengan Badan Bank Tanah untuk memperkuat kerja sama dalam pelaksanaan reforma agraria.
Pertemuan yang berlangsung di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis (8/10/2026), tersebut menjadi langkah awal BRAN dalam menyusun fondasi kelembagaan sekaligus mematangkan agenda kerja ke depan.
Namun, bukan sekadar urusan koordinasi yang menjadi perhatian.
BRAN juga menyiapkan enam target penting dalam 100 hari pertama, mulai dari pemetaan kasus agraria prioritas hingga penguatan basis data pertanahan.
Agenda ini menarik perhatian karena reforma agraria berkaitan langsung dengan persoalan tanah yang dihadapi masyarakat.
Mulai dari kepastian akses terhadap lahan, penyelesaian persoalan agraria, hingga pemberdayaan masyarakat, semuanya membutuhkan perencanaan dan koordinasi yang matang.
Lantas, apa saja langkah yang disiapkan BRAN dalam periode awal tersebut?
Dalam keterangannya, Dedi menjelaskan bahwa 100 hari pertama akan dimanfaatkan untuk membangun fondasi organisasi dan menyusun program yang terukur.
Ada enam agenda utama yang menjadi perhatian BRAN.
Pertama, memetakan dan menangani kasus-kasus agraria prioritas.
Kedua, memperkuat kanal komunikasi dan pengaduan masyarakat.



