Bos AI Dikumpulkan Trump, Ada 4 Aturan Baru yang Bikin Penasaran

0 Shares

4. Pengawasan dewan direksi

Setiap perusahaan diminta memiliki komite independen dari jajaran dewan direksi untuk menerima laporan hasil pemeriksaan dan memastikan persoalan yang ditemukan ditindaklanjuti.

Enam Nama Besar Ikut Teken

Kesepakatan tersebut ditandatangani Trump bersama enam tokoh industri teknologi. Mereka adalah:

  1. Sundar Pichai – Google
  2. Dario Amodei – Anthropic
  3. Mark Zuckerberg – Meta
  4. Jensen Huang – Nvidia
  5. Greg Brockman – OpenAI
  6. Elon Musk – xAI

Sejumlah nama besar lainnya juga hadir dalam pertemuan tersebut, termasuk pendiri Amazon Jeff Bezos dan CEO Microsoft Satya Nadella. Namun, laporan mengenai kesepakatan tersebut menyebut hanya enam eksekutif yang tercatat sebagai penanda tangan.

Kenapa AI Jadi Perhatian?

Pertemuan ini berlangsung ketika industri AI sedang menghadapi sorotan besar soal keamanan.

Sejumlah insiden terkait agen AI dan model yang memiliki kemampuan semakin besar telah memunculkan pertanyaan mengenai seberapa jauh teknologi tersebut bisa dikendalikan.

Beberapa tokoh industri sendiri sebelumnya telah memperingatkan adanya risiko serius apabila perusahaan kehilangan kendali terhadap sistem AI yang semakin canggih.

Di sisi lain, Trump tetap menekankan bahwa perkembangan AI tidak boleh diperlambat karena Amerika Serikat ingin mempertahankan posisi teknologinya di tengah persaingan dengan China.

“Ini adalah pertumbuhan yang luar biasa bagi negara kita. Siapa pun yang memenangkan SI (Kecerdasan Super) akan menang,” sebutnya.

Trump juga mengatakan pemerintah tidak boleh menghambat perkembangan teknologi tersebut hanya karena adanya kekhawatiran terhadap risikonya.

AI atau Super Intelligence?

Ada satu hal lain yang membuat pertemuan ini menarik.

Trump semakin sering menggunakan istilah Super Intelligence dibandingkan Artificial Intelligence. Pemerintah AS bahkan mulai menggunakan istilah tersebut dalam sejumlah dokumen resmi.

Gedung Putih juga menyatakan Amerika Serikat dan China telah sepakat menggunakan istilah “super intelligence” untuk teknologi yang dimaksud dalam konteks tertentu, sekaligus membentuk dialog bilateral mengenai risiko dan manfaat teknologi tersebut.

Dengan kesepakatan terbaru ini, pengembangan AI di Amerika Serikat tampaknya akan berjalan dengan pendekatan yang menggabungkan inovasi, pengawasan internal perusahaan dan pemeriksaan eksternal, sementara pemerintah belum menjadikan aturan baru yang lebih ketat sebagai inti kesepakatan tersebut.

Pertanyaan berikutnya tinggal satu, seberapa efektif perusahaan teknologi bisa mengawasi teknologi yang mereka buat sendiri?

0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

BACA LAINNYA

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU