HOLOPIS.COM, JAKARTA – BYD mulai menunjukkan keseriusannya mengembangkan robot humanoid berbasis kecerdasan buatan (AI). Produsen kendaraan listrik asal China itu terungkap memiliki desain robot menyerupai manusia melalui dokumen paten yang dipublikasikan pada 9 Oktober 2026.
Dokumen tersebut memperlihatkan rancangan robot yang berpotensi digunakan di berbagai sektor, mulai dari layanan pelanggan hingga industri. Meski begitu, BYD belum memastikan apakah desain tersebut akan masuk ke tahap produksi massal.
Dikutip Holopis.com dari CarNewsChina, Rabu (14/10/2026), desain robot tersebut terungkap setelah Administrasi Kekayaan Intelektual Nasional China memublikasikan dokumen paten bertajuk Embodied AI Robot.
Robot itu memiliki tampilan hitam putih dengan kepala membulat tanpa layar. Bagian badan, lengan, dan kakinya dilengkapi sejumlah sendi yang memungkinkan robot melakukan berbagai gerakan.
Dalam dokumen tersebut, robot dirancang agar mampu berjalan, menjaga keseimbangan, serta berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya.
Kemampuan itu membuka peluang penggunaan robot untuk berbagai kebutuhan, termasuk pelayanan, pendidikan, dan aktivitas industri.
Desain yang dipublikasikan juga memiliki kemiripan dengan robot humanoid BYD bernama Xiao Di yang sebelumnya telah diperlihatkan kepada publik.
Namun, belum ada konfirmasi resmi dari perusahaan apakah desain dalam dokumen paten tersebut merupakan rancangan final yang akan digunakan pada produk komersial.
Robot Xiao Di Punya 31 Derajat Kebebasan Gerak
Sebelumnya, informasi mengenai robot humanoid Xiao Di menyebut perangkat tersebut memiliki tinggi 1,61 meter dengan bobot 58,5 kilogram.
Robot itu juga dibekali 31 derajat kebebasan gerak atau degrees of freedom (DoF). Teknologi tersebut memungkinkan berbagai bagian tubuh robot bergerak melalui sejumlah sumbu dan sendi.
Selain itu, tangan Xiao Di disebut memiliki akurasi penempatan berulang hingga sekitar satu milimeter.
Kemampuan ini dirancang untuk mendukung aktivitas yang membutuhkan gerakan terarah, seperti mengambil benda, berkomunikasi melalui gestur, hingga memberikan penjelasan menggunakan gerakan tangan.



