Internet Indonesia Masih Punya PR Besar, Pemerintah Mulai Kaji Deregulasi

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah tengah mengkaji deregulasi industri telekomunikasi untuk mendorong investasi sekaligus memperbaiki kualitas dan keterjangkauan layanan internet di Indonesia. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo mengungkapkan, pemerintah menargetkan kecepatan internet fixed broadband dan mobile broadband menuju 100 Mbps pada 2029.

Rencana tersebut muncul di tengah masih lebarnya pekerjaan rumah konektivitas digital di Indonesia. Meski sekitar 235 juta penduduk sudah terhubung ke internet, ribuan desa masih belum terjangkau jaringan 4G dan penetrasi internet kabel rumah tangga masih terbatas.

Dalam acara Bali Tech Week 2026 di Denpasar, Bali, Senin (19/10/2026), Angga mengatakan pembenahan aturan diperlukan untuk menciptakan industri telekomunikasi yang lebih efisien dan kompetitif.

Menurut dia, deregulasi tidak hanya bertujuan mempermudah kegiatan bisnis, tetapi juga mendorong agar manfaat pertumbuhan industri dapat dirasakan masyarakat.

“Deregulasi bukan semata-mata untuk mempermudah kegiatan usaha, melainkan menciptakan ekosistem investasi yang efisien, kompetitif, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas untuk rakyat,” ujar Angga Raka Prabowo.

Angga menyebut beban regulasi industri telekomunikasi saat ini mencapai sekitar 13–14 persen dari pendapatan operator.

Pemerintah pun mengkaji kemungkinan penurunan beban tersebut dengan tetap memperhitungkan keberlanjutan industri dan kepentingan negara. Langkah ini diharapkan membuka ruang pertumbuhan industri hingga lima persen.

“Kita mencoba mencari titik tengah, artinya negara juga tidak boleh dirugikan. Tapi utamanya, kita berbuat yang terbaik untuk rakyat,” tegasnya.

Pemerintah berharap pembenahan aturan dapat mendorong investasi, memperbaiki harga dan kualitas layanan, serta mempercepat adopsi teknologi digital.

2.000 Desa Masih Belum Terjangkau 4G

Di balik pertumbuhan pengguna internet, pemerataan akses masih menjadi tantangan.

Berdasarkan data 2026 yang disampaikan dalam materi tersebut, sekitar 81,7 persen penduduk Indonesia atau 235 juta orang telah terhubung ke internet. Namun, sekitar 2.000 desa dan permukiman masih belum terjangkau jaringan 4G.

Penetrasi internet kabel atau fixed broadband juga belum merata. Saat ini, baru sekitar 21 persen rumah tangga yang berlangganan layanan tersebut.

Dari sisi harga, biaya fixed broadband tercatat sebesar 4,86 persen dari pendapatan nasional bruto per kapita. Angka itu masih berada di atas acuan keterjangkauan sebesar dua persen.

Sementara itu, kecepatan internet Indonesia berada di kisaran 51 Mbps untuk fixed broadband dan 66 Mbps untuk mobile broadband.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronalds Petrus Gerson
Tim Penulis & Editor
Ronalds Petrus Gerson
Apresiasi untuk Ronalds Petrus Gerson

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU