HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga emas batangan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) diperkirakan masih berpotensi melanjutkan tren penguatan hingga akhir 2025, seiring dengan pergerakan harga emas dunia yang terus mencetak level tinggi.
Pada periode 15–20 Desember 2025, harga emas batangan Antam tercatat naik Rp 27.000 per gram, dari Rp 2,464 juta per gram pada Senin (15/12/2025) menjadi Rp 2,491 juta per gram pada Sabtu (20/12/2025). Capaian tersebut menjadi rekor tertinggi harga emas Antam sepanjang sejarah.
Pengamat pasar emas Ibrahim Assuaibi memproyeksikan harga emas dunia masih berpeluang mencetak rekor baru pada akhir tahun ini. Kondisi tersebut, menurutnya, akan turut mendorong penguatan harga emas Antam di pasar domestik.
“Pada akhir tahun ini logam mulia kemungkinan besar (ditutup) di Rp 2,700 juta. Ini kalau seandainya fundamentalnya mendukung penguatan harga emas dunia dan mata uang rupiah,” kata Ibrahim dalam analisisnya, dikutip Holopis.com, Senin (22/12/2025).
Ibrahim menjelaskan, pergerakan harga emas Antam sangat dipengaruhi oleh dinamika harga emas dunia. Sebelumnya, harga emas dunia ditutup di level US$ 4.338 per troi ons, yang menjadi salah satu faktor pendorong kenaikan harga logam mulia di dalam negeri.
Menurut Ibrahim, jika harga emas dunia mengalami penurunan pada perdagangan Senin (22/12/2025), maka level support pertama diperkirakan berada di US$ 4.291 per troi ons. Dalam kondisi tersebut, harga emas Antam berpotensi bergerak di kisaran Rp 2,475 juta per gram.
“Untuk support kedua, kalau seandainya turun di US$ 4.256 per troi ons, sementara logam mulia Rp 2,400 juta per gram. Itu kalau seandainya harga emas dunia terkoreksi,” ujar Ibrahim.
Sebaliknya, apabila harga emas dunia melanjutkan kenaikan, Ibrahim memperkirakan level resistance pertama berada di US$ 4.378 per troi ons. Seiring dengan itu, harga emas Antam diproyeksikan bergerak menuju Rp 2,510 juta per gram.
“Dalam satu minggu, kemungkinan harga emas dunia (ditutup) akan tembus di US$ 4.415 per troi ons. Untuk logam mulianya Rp 2,600 juta per gram,” kata Ibrahim.




