Harga Emas Dunia Terjun ke Level Terendah dalam 2 Bulan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga emas dunia merosot tajam hingga menyentuh level terendah dalam dua bulan terakhir pada perdagangan Rabu (7/10/2026). Tekanan utama datang dari penguatan indeks dolar Amerika Serikat (AS) serta lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury yang terdorong oleh spekulasi kebijakan suku bunga tinggi Federal Reserve (The Fed).

Berdasarkan data pasar, harga emas spot terkoreksi 1,28 persen menjadi USD4.110,39 per troy ons. Posisi ini menandai titik terendah harga logam mulia tersebut sejak 5 Agustus lalu.

Penguatan indeks dolar AS sebesar 0,4 persen secara langsung membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya. Di saat bersamaan, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun melonjak hingga mencatatkan level tertinggi dalam lebih dari dua dekade.

Pasar secara umum memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan akhir bulan ini. Namun, berdasarkan CME FedWatch Tool, para pelaku pasar masih memperhitungkan peluang sebesar 85 persen untuk kenaikan suku bunga pada Desember mendatang.

“Menurut saya, pesannya adalah suku bunga akan tetap lebih tinggi dalam waktu yang lebih lama (higher for longer). Kondisi tersebut menopang imbal hasil dan dolar,” kata Vice President sekaligus Senior Metals Strategist Zaner Metals, Peter Grant sebagaimana dikutip Holopis.com, Kamis (8/10/2026).

Tekanan terhadap pergerakan emas kian tebal setelah sejumlah pejabat bank sentral AS memberikan sinyal mengenai ketatnya arah kebijakan moneter.

- Advertisement -

Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City Jeff Schmid mengatakan bahwa upaya menekan inflasi mungkin memerlukan kenaikan suku bunga lebih lanjut. Sementara itu, Presiden Federal Reserve Bank of San Francisco Mary Daly juga mengatakan arah kebijakan moneter akan bergantung pada perkembangan tekanan inflasi.

Suku bunga yang lebih tinggi secara historis terus mengurangi daya tarik emas sebagai aset aman (safe haven) karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).

Perbedaan pandangan di internal The Fed turut mewarnai arah kebijakan. Risalah pertemuan September menunjukkan bahwa sebagian peserta menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk membatasi dampak guncangan harga energi dan komoditas lainnya. Sementara itu, kelompok yang lebih hawkish menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk mengantisipasi munculnya inflasi yang didorong oleh permintaan.

Meski tertekan tren higher for longer, laju penurunan harga emas masih tertahan oleh aksi borong dari sektor publik. Bank sentral China dilaporkan kembali meningkatkan pembelian emas pada September, sekaligus memperpanjang tren pemupukan cadangan tersebut selama 23 bulan berturut-turut.

Prospek pemulihan harga emas di akhir tahun pun dinilai masih terbuka lebar seiring tingginya akumulasi cadangan devisa berbasis emas oleh bank sentral global.

“Permintaan emas dari bank sentral menjadi faktor utama yang menopang harga. Saya pikir kita mungkin melihat satu kali pengujian lagi ke sisi bawah, mungkin hingga USD4.000, sebelum kemudian pulih menuju akhir tahun dengan potensi mencapai USD4.400,” kata Grant.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Tim Penulis & Editor
Khoirudin Ainun Najib

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU