Budidayanya bahkan mulai dikembangkan untuk kepentingan ekonomi, baik di wilayah pedesaan maupun perkotaan.
Data Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mencatat ekspor berbasis kelor pada Januari-September 2024 mencapai sekitar 4.350 ton dengan nilai US$13,75 juta.
Pasar ekspor produk berbasis kelor Indonesia antara lain China, Malaysia, Jepang, serta sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Temuan mengenai kemampuan biji kelor menyaring mikroplastik pun memberikan perhatian baru terhadap tanaman yang selama ini lebih dikenal sebagai sumber pangan dan bahan herbal.
Meski menjanjikan, penelitian tersebut masih berada pada tahap yang membutuhkan pengembangan lebih lanjut sebelum teknologi berbasis ekstrak biji kelor dapat digunakan secara luas untuk pengolahan air minum.





💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...