Bareskrim Ungkap Lima Merek Beras Fortifikasi Tak Sesuai Label Kemasan

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bareskrim Polri mengungkap lima merek beras fortifikasi yang terbukti tidak sesuai dengan klaim mutu dan kandungan gizi pada label kemasan. Dalam penanganan perkara tersebut, penyidik menyita 1.194 kemasan beras dengan total berat 6.405 kilogram dan estimasi nilai Rp155,26 juta.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Kombes Pol. Suhasto, merinci barang bukti tersebut terdiri dari beras Idola Merah, Idola Hijau, Cantik Manis, Dewa Tunggal Raja Lele, dan Wijaya Kusuma. Produk-produk itu disita dalam ukuran kemasan dan jumlah yang berbeda.

“Beras Idola kemasan 5 kilogram sebanyak 388 kemasan, ini Idola Merah, terus kemudian beras Idola Hijau kemasan 5 kilogram sebanyak 190 kemasan,” kata Suhasto dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (21/10/2026).

Selain kedua produk tersebut, penyidik menyita 148 kemasan beras Cantik Manis ukuran 5 kilogram dan 380 kemasan beras Dewa Tunggal Raja Lele ukuran 5 kilogram. Adapun beras Wijaya Kusuma yang disita berjumlah 87 kemasan dengan berat masing-masing 10 kilogram.

Suhasto menyebut total barang bukti beras dari kelima merek tersebut mencapai 1.194 kemasan. Selain beras, penyidik turut menyita satu rangkaian mesin rice milling unit yang digunakan dalam proses produksi, dengan estimasi nilai mencapai Rp1 miliar.

“Adapun barang bukti yang telah disita dalam perkara ini berupa 1.194 kemasan beras dengan berat total keseluruhan adalah 6.405 kilogram dengan estimasi nilai sebesar Rp155.260.000, dan satu lini rangkaian mesin rice milling unit dengan estimasi nilai sebesar Rp1 miliar,” ujarnya.

Suhasto menjelaskan, beras fortifikasi tersebut diproduksi menggunakan beras jadi yang dicampur dengan kernel sebagai sumber vitamin. Proses produksi dilakukan melalui sejumlah tahapan hingga produk siap dikemas dan dipasarkan.

“Proses produksi meliputi penggilingan, pembersihan, pengayakan, pemisahan batu (destoner), pencampuran atau blending, penimbangan, hingga penyegelan kemasan,” kata Suhasto.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Nur Aisah Zamil
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Nur Aisah Zamil, Muhammad Ibnu Idris
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU