HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengakui harus mengambil pilihan yang berat ketika mencopot Dadan Hindayana dari kursi Kepala BGN (Badan Gizi Nasional) hingga berujung dijebloskan ke penjara.
Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam kegiatan Building Indonesia’s Future Generations Through Nutrition di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Rabu (3/6).
“Saya juga sebetulnya hari ini, saat ini, sebetulnya saya sedih. Saya tidak bisa tutupi bahwa saya dalam keadaan sedih,” kata Presiden Prabowo dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.
Terlebih, Prabowo menyebut harus mengambil keputusan yang sangat berat ketika kepercayaanya bisa dikhianati oleh Dadan Hindayana bersama rekan-rekannya.
“Karena saya terpaksa mengganti orang-orang yang saya sebenarnya saya sayangi, orang yang saya percaya, orang yang saya berikan tugas untuk negara yang sangat berat,” ucapnya.
Meski sempat menyebut tidak mau banyak mengomentari nasib Dadan CS yang tengah merasakan dinginnya penjara, Presiden Prabowo menggungkapkan pilihan berat yang harus dihadapinya.
“Tapi, yang jelas, mengganti mereka itu tidak ringan bagi saya. Tapi, saya ingat kata-kata almarhum ayahanda saya, Profesor Soemitro, pernah mengatakan kepada saya, “Prabowo, kalau suatu saat kau dalam keadaan bingung atau keadaan ragu-ragu, ingat, berpihaklah selalu kepada rakyatmu.” ucapnya.
Diketahui sebelumnya penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung akhirnya menjebloskan Dadan Hindayana bersama rekan-rekan ke penjara.
Dadan bersama rekannya diduga telah mendapatkan keuntungan miliar rupiah dari mitra SPPG serta mark up anggaran yang sempat menjadi kontroversial.


