FORSIBER Kritik Klaim Pertumbuhan Ekonomi RI Tertinggi di G20, Singgung Data India

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

Pekerja Informal dan Kualitas Lapangan Kerja
Persoalan lain yang disoroti FORSIBER adalah kualitas pekerjaan masyarakat. Hamdi menilai angka pengangguran perlu dibaca bersama data mengenai status pekerjaan, penghasilan, dan perlindungan sosial.

Berdasarkan data BPS untuk Mei 2026, jumlah penduduk bekerja di Indonesia mencapai 148,19 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 87,88 juta orang atau 59,30 persen bekerja di sektor informal. Pada periode yang sama, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 4,65 persen.

Hamdi berpandangan bahwa besarnya proporsi pekerja informal menjadi alasan bagi pemerintah untuk memperluas pembahasan mengenai kualitas pekerjaan, bukan hanya jumlah penduduk yang berhasil masuk ke pasar kerja.

“Memamerkan tingkat pengangguran tanpa membahas kualitas pekerjaan membuat laporan keberhasilan kehilangan bagian penting dari kehidupan pekerja,” demikian pernyataan dalam rilis tersebut.

Belanja Pemerintah dan Manfaat bagi Masyarakat

FORSIBER turut menyoroti struktur pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026, ketika konsumsi pemerintah tumbuh 15,97 persen secara tahunan, sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06 persen. BPS juga mencatat konsumsi pemerintah menjadi komponen pengeluaran dengan pertumbuhan tertinggi pada triwulan tersebut.

Hamdi meminta pemerintah menjelaskan manfaat berkelanjutan dari belanja negara terhadap produktivitas dan pendapatan masyarakat. Menurutnya, penggunaan anggaran publik perlu disertai penjelasan mengenai hasil yang dicapai agar kontribusinya terhadap perekonomian dapat dinilai secara lebih menyeluruh.

Pada akhir pernyataannya, Hamdi meminta Airlangga mengoreksi klaim mengenai peringkat pertumbuhan Indonesia di G20 serta memberikan penjelasan lebih lengkap mengenai perkembangan ketimpangan dan kondisi ketenagakerjaan.

FORSIBER menilai laporan ekonomi kepada Presiden perlu memuat indikator yang akurat, perbandingan yang sesuai, serta tantangan yang masih dihadapi masyarakat. Menurut Hamdi, informasi tersebut penting agar pemerintah dapat mengevaluasi kebijakan berdasarkan kondisi ekonomi yang menyeluruh.

Diketahui, bahwa Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ekonomi Indonesia tumbuh 5,45 persen. Pertumbuhan tersebut ditopang oleh kinerja investasi dan sektor produktif yang terus diperkuat sebagai bagian dari upaya pemerintah mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ekonomi dan stabilitas sektor riil, ini ekonomi kita terus tumbuh di atas 5 persen, yaitu 5,45 persen, di mana ini lebih tinggi dari global rata-rata yang 3 persen dan kita di sini tertinggi di G20 Pak Presiden, dan juga salah satu yang tertinggi di ASEAN,” ujar Menko Airlangga dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Rabu, 21 Oktober 2026.

“Dari segi manufaktur optimis, PMI (Purchasing Managers’ Index) naik lagi di 52,4, yaitu di atas 50. Kemudian surplus dagang kita juga positif 7,25, dari segi konsumen positif 118,1, pengangguran sejak 94 ini pengangguran terendah Pak Presiden, 4,65 persen, dan rasio gini juga terus membaik 0,368,” imbuh Menko Airlangga.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--

YANG BARU