Survei IPO Oktober 2026 : Elektabilitas Prabowo Kalah dari Dedi Mulyadi

Tingkat elektabilitas Prabowo Subianto sedang kalah dengan Dedi Mulyadi dalam survei IPO periode 12 - 21 Oktober 2026. Dedi Kurnia Syah Putra mengingatkan Prabowo agar bereskan 3 prioritas utama.

1 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menyampaikan bahwa berdasarkan top of mind untuk tingkat keterpilihan Presiden jika saat ini digelar Pemilihan Presiden, nama Dedi Mulyadi berada di tangga tertinggi dalam tingkat elektabilitas.

Hal ini disampaikan Dedi dalam rilis survei IPO bertajuk Refleksi dan Evaluasi Publik: Dua Tahun Kabinet Merah Putih melalui Zoom Meeting, Sabtu (24/10/2026).

“Elektabilitas Pilpres. Tanpa menyebutkan nama, top of mind tertinggi, posisi puncaknya Dedi Mulyadi 33,7 persen. Prabowo Subianto tertinggi kedua di 14,5 persen. Anies Baswedan 11,3 persen,” kata Dedi.

Begitu responden disodorkan nama-nama, Gubernur Jawa Barat tersebut masih kembali bertengger di urutan teratas. Di mana tingkat elektabilitasnya berada di 32 persen. Sementara nama Presiden Republik Indonesia masih tetap sama di urutan kedua.

“Responden disodorkan nama surveyor, Dedi Mulyadi di 32 persen. Prabowo di 18,4 persen. Anies di 12,6 persen. Ganjar 4,5 persen,” ujarnya.

Itu adalah data survei IPO untuk periode 12 – 21 Oktober 2026.

Padahal jika dibandingkan dengan data survei IPO periode sebelumnya, yakni 27 Juli hingga 3 Agustus 2026, elektabilitas Prabowo Subianto berada di urutan teratas untuk kondisi top of mind.

Di mana Prabowo Subianto berada di 23,4 persen, tangga kedua ditempati Dedi Mulyadi dengan 21,7 persen. Selanjutnya ada nama Anies Baswedan di 11,5 persen.

Oleh sebab itu, Dedi Kurnia Syah pun mengingatkan kepada Prabowo Subianto agar tetap mewaspadai data ini sebagai masukan untuk menata lagi kinerjanya dengan jajaran Kabinet Merah Putih jika tahun 2029 mendatang tingkat elektabilitasnya tidak semakin tertinggal jauh dengan tokoh lainnya.

“Kalau kondisi ini berlanjut, Presiden Prabowo perlu kerja keras untuk menghadapi tokoh-tokoh kuat ataupun tokoh pendatang,” tutur Dedi.

Salah satu kunci yang bisa digunakan Prabowo untuk semakin mendongkrak potensi keterpilihan adalah dengan menyelesaikan 3 (tiga) aspek penting yang menjadi keinginan rakyat Indonesia.

Tiga aspek tersebut antara lain ; pengendalian harga bahan pokok, pemberantasan korupsi, membuka lapangan kerja atau mengurangi pengangguran. Menurut Dedi, jika ketiga aspek ini diselesaikan serius oleh pemerintahan, potensi kepuasan publik kepada sosok Prabowo Subianto pun bisa semakin meningkat, dan bisa saja berkorelasi dengan tingkat elektabilitas atau keterpilihan dalam Pilpres 2029 mendatang.

“Yang bisa mempertahankan reputasi Presiden Prabowo, maka harus segera diselesaikan skala prioritas yang disampaikan responden. Tertinggi adalah kendalikan harga pokok, pemberantasan korupsi dan pembukaan lapangan kerja atau mengurangi pengangguran. Kalau tiga hal ini diselesaikan maka kepuasan publik pada presiden Prabowo akan semakin meningkat,” pungkasnya.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Muhammad Ibnu Idris
Tim Penulis & Editor
Muhammad Ibnu Idris
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
1 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU