HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah Putra menyampaikan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dari rilis survei yang dia publikasikan, IPO menangkap data bahwa 66 persen responden menyatakan puas dengan komposisi 61 persen puas dan 5 persen sangat puas.
“Yang puas 66 persen dengan kinerja Prabowo Subianto,” kata Dedi dalam survei IPO melalui Zoom Meeting, Sabtu (24/10/2026).
Sementara itu, 34 persen menyatakan tidak puas dengan komposisi 28 persen tidak puas dan 6 persen menyatakan sangat tidak puas. Dan dalam data ini, seluruh responden memberikan kawasan semua tanpa ada yang abstain.
Lantas apa yang mempengaruhi tingkat kepuasan tersebut, IPO mendapati jawabannya. Dalam survei, aktif pemberantasan korupsi menjadi faktor tertinggi dengan perolehan 19 persen. Disusul dengan memberikan bantuan sosial (Bansos) sebesar 14,5 persen. Lalu program kerja pemerintah yang dianggap nyata oleh masyarakat juga menjadi faktornya dengan 10,7 persen. Lantas berwibawa mendapat 6,1 persen dan program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendapatkan skor 6 persen.
“Yang mempengaruhi adalah aktif memberantas korupsi, pemberian bantuan sosial, program dianggap nyata, tegas berwibawa, MBG. Dan program populer pemerintahan Presiden Prabowo paling berkontribusi pada kepuasan publik adalah Makan Bergizi Gratis,” ujarnya.
Faktor lainnya adalah kondisi ekonomi yang dianggap lebih baik sebesar 3,5 persen. Peduli dan merakyat 3 persen, dihormati negara lain 2,1 persen, lebih baik dari presiden sebelumnya 1,8 persen, memperhatikan petani dan nelayan 1,5 persen. Selebihnya adalah dekat dengan tokoh agama, keamanan dan ketertiban umum yang terjaga, dan merangkul semua golongan dengan masing-masing 1 persen. Lantas untuk faktor membela Palestina dan suka dengan kepribadian Presiden Prabowo Subianto masing-masing sumbang 0,5 persen.

Publik menilai bahwa pengendalian harga bahan pokok menjadi domain utama agar segera diselesaikan oleh Prabowo Subianto sebesar 28 persen. Disusul dengan pemberantasan tindak pidana korupsi sebesar 19,5 persen, dan membuka lapangan pekerjaan atau mengurangi angka pengangguran sebesar 14,7 persen.

Sekadar diketahui, bahwa survei IPO ini dilakukan dalam rentang waktu 12 – 21 Oktober 2026 dengan menggunakan metode multi stage random sampling yang melibatkan 1.200 responden. Margin of error (MoE) adalah ±2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...