HOLOPIS.COM, JAKARTA – Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu menilai Presiden Prabowo Subianto mulai menunjukkan langkah untuk melepaskan diri dari pengaruh kelompok yang disebutnya sebagai “Geng SOP”, sekaligus mengembalikan kedaulatan ekonomi dan sumber daya alam Indonesia kepada negara dan rakyat.
Penilaian tersebut disampaikan Said Didu saat menyoroti dua tahun pemerintahan Prabowo. Meski menganggap langkah yang ditempuh masih terkesan lambat, ia melihat adanya konsistensi dalam sejumlah agenda strategis pemerintah.
Dalam pernyataannya, Said Didu menyebut empat hal yang dinilainya menjadi arah perjuangan pemerintahan Prabowo, yakni mengurangi pengaruh “Geng SOP”, mengembalikan kedaulatan ekonomi dan sumber daya alam dari oligarki, memberantas korupsi dan menegakkan hukum, serta mewujudkan amanat Pasal 33 UUD 1945.
Istilah “Geng SOP” yang digunakan Said Didu merujuk pada Solo, oligarki, dan parcok. Istilah tersebut merupakan penyebutan yang ia gunakan untuk menggambarkan kelompok-kelompok yang menurutnya memengaruhi arah politik nasional.
“2 (dua) tahun pemerintahan Prabowo menunjukkan langkah konsisten (walau terkesan lambat) untuk; makin mandiri dan terlepas dari cengkraman Geng SOP (Solo, Ologarki, Parcok), mengembalikan kedaulatan (ekonomi dan SDA) ke Negara dan Rakyat dari Oligarki, memberantas korupsi dan menegakkan hukum, konsisten ingin mewujudkan Pasal 33 UUD 1945,” tulis Said Didu, Sabtu (24/10/2026).
Said Didu Sebut Indonesia Hadapi Ujian Sikap
Lebih jauh, Said Didu menilai Indonesia tengah menghadapi ujian untuk menentukan arah masa depan bangsa, terutama dalam memilih antara memperkuat kemandirian dan kedaulatan nasional atau mengikuti permainan kekuatan global yang dinilainya berisiko merugikan Indonesia.
Ia menyatakan keyakinannya bahwa Indonesia akan semakin baik dan disegani apabila Prabowo konsisten menjalankan agenda kemandirian tersebut.
“Saat inilah bangsa Indonesia dihadapkan pada ujian sikap – mau mewujudkan Indonesia yang mandiri dan berdaulat ataukah Indonesia yang ikuti permainan dunia yang akan menenggelamkan Indonesia ke depan,” ujarnya.
“Jika Presiden Prabowo konsisten dengan langkah tersebut dan menjadi Mandiri, saya yakin ke depan, Indonesia akan makin membaik dan disegani,” lanjutnya.
Said Didu juga menggunakan dikotomi petarung dan pencundang untuk menggambarkan pilihan sikap yang menurutnya dihadapi masyarakat dalam mendukung perbaikan Indonesia.
“Kita akan melihat siapa yg memilih sebagai petarung untuk perbaikan Indonesia atau hidup sebagai pencundang,” tulisnya.
Tegaskan Dukungan pada Perjuangan Kedaulatan




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...