HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedi Kurnia Syah mengatakan bahwa sekalipun elektabilitas Dedi Mulyadi tertinggi dalam rilis surveinya saat ini, namun hal itu tidak terlalu menjadi soal bagi Prabowo Subianto yang diduga masih memiliki hasrat untuk maju lagi dalam Pilpres 2029 mendatang.
Hal ini disampaikan Dedi, karena pria kelahiran Subang Jawa Barat tersebut saat ini adalah kader Partai Gerindra.
“Tapi kan Dedi Mulyadi kader Gerindra, artinya tinggal nanti konsolidasi politiknya seperti apa,” kata Dedi Kurnia Syah saat rilis survie via Zoom Meeting, Sabtu (24/10/2026).
Hanya saja kemungkinan-kemungkinan buruk tetap harus diwaspadai. Apalagi nama-nama yang masuk dalam data survei elektabilitas tokoh disinyalir semuanya memiliki hasrat untuk berkuasa dan maju dalam Pilpres periode selanjutnya.
“Tapi secara politik, semua orang yang ada dalam daftar survei, semuanya punya hasrat besar untuk maju,” ujarnya.
Misalnya saja, Dedi Mulyadi jika komunikasinya politiknya kurang baik dengan Prabowo Subianto maupun lingkarannya, tak menutup kemungkinan mantan Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat tersebut bisa kembali lagi ke partai lama.
Atau kemungkinan lain adalah jika Dedi Mulyadi dengan tingkat elektabilitas dan popularitasnya yang tinggi tergiur masuk ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk diproyeksikan maju dalam Pilpres 2029 mendampingi Gibran Rakabuming Raka.
Kemungkinan-kemungkinan tersebut menurut Dedi, patut untuk diwaspadai khususnya bagi Prabowo Subianto.
“Bahkan tak menutup kemungkinan Dedi Mulyadi pindah parpol, atau kembali lagi ke Golkar, atau gabung ke PSI yang memunculkan skema Dedi Mulyadi – Gibran, itu tak menutup kemungkinan,” tutur Dedi Kurnia.

Sekadar informasi, bahwa di dalam survei IPO tersebut, tingkat elektabilitas berdasarkan top of mind adalah sebagai berikut :
1. Dedi Mulyadi: 33,7 persen
2. Prabowo Subianto : 14,5 persen
3. Anies Baswedan : 11,3 persen
4. Agus Harimurti Yudhoyono : 4,3 persen
5. Ganjar Pranowo : 4,1 persen
6. Gibran Rakabuming Raka : 4,7 persen
7. Mahfud MD : 2,9 persen
8. Pramono Anung : 2,5 persen
9. Sherly Tjoanda : 2,0 persen
10. Erick Thohir : 1,9 persen
11. Andi Amran Sulaiman : 1,0 persen
12. Zulkifli Hasan : 0,9 persen
13. Susi Pudjiastuti : 0,5 persen
14. Khofifah Indar Parawansa : 0,5 persen
15. Bahlil Lahadalia : 0,2 persen
16. Anwar Hafid : 0,2 persen
17. Abstain : 15,8 persen
Elektabilitas berdasarkan nama-nama terbuka :




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...