HOLOPIS.COM, BALIKPAPAN – Pengembangan gas lepas pantai di Kalimantan Timur memasuki tahap penting dengan target operasional Proyek Maha pada akhir Oktober 2026.
Proyek yang dikelola Eni ini diperkirakan menambah produksi gas hingga 230 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Proyek Maha berlokasi di Blok West Ganal, sekitar 16 kilometer tenggara Floating Production Unit (FPU) Jangkrik.
Pengembangannya mencakup dua sumur dan menjadi bagian dari strategi South Hub Eni untuk meningkatkan produksi dengan memanfaatkan infrastruktur yang telah tersedia.
Kampanye pemasangan fasilitas proyek telah dimulai sejak 3 September 2026. Setelah terintegrasi dengan fasilitas yang ada, Proyek Maha diperkirakan meningkatkan produksi FPU Jangkrik dari 550 MMSCFD menjadi 750 MMSCFD.
Pengembangan tersebut dilakukan setelah evaluasi sumur Maha-2 menemukan lapisan pasir pembawa gas bersih setebal 43 meter.
Selain Maha, Eni juga mengembangkan proyek Jangkrik NE-6 Dir A untuk meningkatkan produksi gas sebesar 55 juta kaki kubik standar per hari (MMscfd) melalui pengeboran sumur berarah.
Proyek Jangkrik NE-6 Dir A dirancang untuk mengoptimalkan kapasitas produksi lapangan sekaligus memaksimalkan pemanfaatan infrastruktur dan FPU Jangkrik tanpa membangun fasilitas produksi baru.
CEO Searah Muara Bakau Mirko Araldi mengatakan, pengembangan lapangan tersebut berjalan beriringan dengan kegiatan eksplorasi untuk mengevaluasi potensi sumber daya migas yang masih tersedia di Indonesia.
Salah satu kegiatan eksplorasi yang berlangsung adalah pengeboran sumur Junkyard Northeast Upside One di West Ghana, bersamaan dengan kampanye akuisisi data seismik 3D dan 4D yang mencakup wilayah sekitar 12.000 kilometer persegi.
“Akuisisi data seismik ini merupakan yang terbesar yang pernah dilakukan oleh sebuah perusahaan di Indonesia,” kata Mirko, Kamis (22/10/2026).
Menurut dia, survei tersebut akan membantu perusahaan mengevaluasi potensi eksplorasi yang masih tersisa di cekungan Kutai, setelah penemuan dua lapangan dalam tiga tahun terakhir.
Akuisisi data seismik laut dilakukan dengan menghasilkan gelombang suara menggunakan perangkat udara bertekanan yang ditarik di belakang kapal.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...