Edy juga menyoroti proses pergantian Kapolri yang berlangsung cepat. Mulai dari pengiriman Surat Presiden (Surpres) kepada DPR RI, pelaksanaan uji kelayakan dan kepatutan, hingga pelantikan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.
Menurut Edy, percepatan proses tersebut menunjukkan adanya keinginan pemerintah untuk segera memastikan perubahan kepemimpinan di tubuh Polri.
Ia menilai langkah cepat itu dapat dibaca sebagai strategi politik untuk mencegah munculnya tarik-menarik kepentingan selama proses pergantian berlangsung.
Suyudi Ario Seto dan Babak Baru Polri
Edy menyebut Kapolri baru Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto memiliki latar belakang berbeda dibandingkan pendahulunya. Suyudi merupakan perwira yang lama berkarier di bidang reserse dan penyidikan.
Sebelum ditunjuk sebagai Kapolri, Suyudi pernah menjabat Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Pergantian Kapolri biasanya akan diikuti dengan perubahan pada sejumlah posisi strategis. Mulai dari jajaran Mabes Polri hingga tingkat kewilayahan,” ujarnya.
Tantangan Kepemimpinan Baru
Edy menilai tantangan utama bagi Suyudi bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga memastikan Polri mampu meningkatkan kepercayaan publik.
Ia menyebut masyarakat akan melihat bagaimana kepemimpinan baru Polri menjawab berbagai persoalan, mulai dari profesionalitas aparat, pelayanan publik, hingga independensi institusi.
“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bukan hanya siapa yang memegang tongkat komando, tetapi bagaimana institusi tersebut mampu bekerja sesuai mandat konstitusi dan mendapatkan kepercayaan masyarakat,” tutup Edy.




💬 Diskusi Pembaca
0 KomentarMasuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:
Memuat diskusi...