5 Tanda Ginjal Mulai Bermasalah yang Sering Diabaikan, Jangan Tunggu Sampai Terlambat

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sobat Holopis, ginjal memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Organ berbentuk kacang ini bertugas menyaring limbah dan kelebihan cairan dari darah, mengatur tekanan darah, menjaga keseimbangan elektrolit, hingga membantu produksi sel darah merah. Sayangnya, penyakit ginjal sering berkembang secara perlahan tanpa menimbulkan gejala yang jelas pada tahap awal.

Akibatnya, tidak sedikit orang baru mengetahui fungsi ginjalnya menurun ketika kondisinya sudah cukup parah. Padahal, semakin cepat gangguan ginjal dikenali, semakin besar peluang untuk mencegah kerusakan yang lebih berat.

Berikut lima tanda penyakit ginjal yang kerap diabaikan.

1. Tubuh Mudah Lelah dan Sulit Berkonsentrasi

Merasa lelah setelah beraktivitas memang normal. Namun, jika tubuh terus-menerus terasa lemas tanpa penyebab yang jelas, kondisi ini bisa menjadi salah satu tanda gangguan ginjal.

Saat fungsi ginjal menurun, limbah hasil metabolisme tidak dapat disaring secara optimal sehingga menumpuk di dalam darah. Penumpukan racun tersebut dapat membuat tubuh kehilangan energi, sulit berkonsentrasi, dan merasa tidak bertenaga sepanjang hari.

Selain itu, ginjal juga berperan memproduksi hormon eritropoietin yang membantu pembentukan sel darah merah. Ketika fungsi ginjal terganggu, produksi hormon ini dapat menurun sehingga memicu anemia. Akibatnya, pasokan oksigen ke seluruh tubuh berkurang dan penderita menjadi lebih cepat lelah, bahkan saat melakukan aktivitas ringan.

- Advertisement -

2. Kaki, Pergelangan Kaki, atau Wajah Sering Bengkak

Salah satu fungsi utama ginjal adalah membuang kelebihan cairan dan natrium melalui urine. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, cairan akan menumpuk di dalam jaringan tubuh sehingga menyebabkan pembengkakan atau edema.

Pembengkakan biasanya terlihat pada kaki dan pergelangan kaki karena pengaruh gravitasi, tetapi pada sebagian orang juga dapat muncul di tangan maupun wajah, terutama saat bangun tidur.

Meski pembengkakan dapat disebabkan oleh berbagai kondisi lain, keluhan yang terjadi berulang atau semakin parah sebaiknya tidak diabaikan, terutama jika disertai tekanan darah tinggi atau perubahan saat buang air kecil.

3. Perubahan Saat Buang Air Kecil

Perubahan pola buang air kecil merupakan salah satu tanda paling umum dari gangguan ginjal. Keluhannya bisa berupa lebih sering buang air kecil, terutama pada malam hari, atau justru jumlah urine menjadi jauh lebih sedikit dari biasanya.

Selain itu, urine yang berbusa juga perlu diwaspadai. Kondisi ini dapat menjadi tanda adanya protein yang bocor ke dalam urine, yang dikenal sebagai proteinuria. Pada ginjal yang sehat, protein seharusnya tetap berada di dalam darah, bukan ikut terbuang bersama urine.

Perubahan warna urine menjadi lebih gelap atau muncul darah dalam urine juga memerlukan pemeriksaan medis karena bisa mengindikasikan adanya gangguan pada ginjal maupun saluran kemih.

4. Kulit Terasa Sangat Kering dan Gatal

Banyak orang mengira kulit kering hanya disebabkan oleh cuaca atau kurang menggunakan pelembap. Padahal, pada beberapa kasus, keluhan ini bisa berkaitan dengan penurunan fungsi ginjal.

Ginjal yang tidak mampu menyaring limbah dengan baik menyebabkan zat-zat sisa menumpuk di dalam darah. Kondisi tersebut dapat memengaruhi kesehatan kulit sehingga muncul rasa gatal yang menetap dan sulit hilang.

Gangguan fungsi ginjal juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan kadar mineral seperti kalsium dan fosfor, yang turut berkontribusi terhadap munculnya keluhan pada kulit.

5. Nafsu Makan Menurun Disertai Mual

Ketika limbah hasil metabolisme terus menumpuk di dalam tubuh, sistem pencernaan juga bisa ikut terpengaruh. Penderita penyakit ginjal sering mengeluhkan nafsu makan menurun, mual, muntah, hingga muncul rasa tidak enak di mulut.

Jika kondisi ini berlangsung dalam waktu lama, berat badan dapat turun tanpa disadari. Gejala tersebut memang tidak selalu menandakan penyakit ginjal, tetapi jika disertai keluhan lain seperti pembengkakan atau perubahan urine, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Sobat Holopis, gejala penyakit ginjal sering kali muncul secara perlahan dan tampak seperti keluhan ringan sehari-hari. Oleh karena itu, jangan menunggu hingga kondisinya semakin parah untuk memeriksakan diri. Jika memiliki faktor risiko seperti diabetes, hipertensi, obesitas, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga, lakukan pemeriksaan fungsi ginjal secara berkala agar gangguan dapat terdeteksi lebih dini.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU