Kolesterol Tinggi Tak Selalu Bergejala, Kenali Tanda-Tanda yang Bisa Muncul

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sobat Holopis, banyak orang mengira kolesterol tinggi selalu menimbulkan keluhan yang mudah dikenali. Padahal, kondisi ini sering dijuluki sebagai silent condition atau kondisi yang “diam-diam” berkembang karena umumnya tidak menimbulkan gejala hingga memicu komplikasi serius, seperti serangan jantung atau stroke.

Kolesterol sebenarnya merupakan zat lemak yang dibutuhkan tubuh untuk membentuk sel, hormon, dan vitamin D. Namun, jika kadar kolesterol jahat (low-density lipoprotein atau LDL) terlalu tinggi, lemak dapat menumpuk di dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Lama-kelamaan, plak ini menyempitkan aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meski sering tidak bergejala, ada beberapa tanda yang bisa muncul ketika kolesterol tinggi mulai memengaruhi kesehatan tubuh.

Tanda-Tanda Kolesterol Tinggi yang Perlu Diwaspadai

1. Nyeri dada (angina)

Penumpukan plak pada pembuluh darah jantung dapat mengurangi aliran darah menuju otot jantung. Akibatnya, seseorang bisa mengalami nyeri atau rasa tertekan di dada, terutama saat beraktivitas.

2. Xanthelasma di sekitar mata

Xanthelasma adalah benjolan atau plak berwarna kekuningan yang muncul di sekitar kelopak mata akibat penumpukan lemak di bawah kulit. Meski tidak selalu menandakan kolesterol tinggi, kondisi ini dapat menjadi petunjuk adanya gangguan metabolisme lemak sehingga perlu diperiksakan ke dokter.

- Advertisement -

3. Kaki mudah pegal atau nyeri saat berjalan

Kolesterol tinggi juga dapat menyebabkan penyempitan pembuluh darah di kaki atau penyakit arteri perifer. Kondisi ini dapat menimbulkan nyeri, kram, atau rasa lelah pada betis saat berjalan yang biasanya membaik setelah beristirahat.

4. Mudah sesak napas

Jika aliran darah ke jantung terganggu akibat penyempitan pembuluh darah, kemampuan jantung memompa darah bisa menurun. Hal ini dapat memicu sesak napas, terutama saat melakukan aktivitas fisik.

5. Gejala stroke atau serangan jantung

Pada beberapa kasus, kolesterol tinggi baru diketahui setelah seseorang mengalami komplikasi serius, seperti stroke atau serangan jantung. Gejalanya dapat berupa nyeri dada hebat, kelemahan pada salah satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, wajah mencong, atau sesak napas mendadak. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.

Bagaimana Cara Mengetahui Kolesterol Tinggi?

Karena sering tidak menimbulkan gejala, satu-satunya cara mengetahui kadar kolesterol adalah melalui pemeriksaan darah atau profil lipid. Pemeriksaan ini mengukur kadar kolesterol total, LDL, HDL, dan trigliserida.

American Heart Association menyarankan orang dewasa berusia 20 tahun ke atas menjalani pemeriksaan kolesterol secara berkala. Frekuensinya dapat disesuaikan dengan usia, riwayat keluarga, serta faktor risiko penyakit jantung.

Cara Menurunkan Risiko Kolesterol Tinggi

Menjaga kadar kolesterol tetap normal dapat dilakukan dengan menerapkan pola hidup sehat, seperti:

  • Mengurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans.
  • Memperbanyak sayur, buah, biji-bijian utuh, dan makanan tinggi serat.
  • Berolahraga setidaknya 150 menit per minggu.
  • Menjaga berat badan ideal.
  • Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  • Mengonsumsi obat penurun kolesterol sesuai anjuran dokter jika memang diperlukan.

Sobat Holopis, jangan menunggu munculnya gejala untuk mulai peduli dengan kesehatan jantung. Kolesterol tinggi sering kali tidak menimbulkan keluhan apa pun hingga menyebabkan komplikasi serius. Dengan pemeriksaan rutin dan gaya hidup sehat, risiko penyakit jantung dan stroke akibat kolesterol tinggi dapat ditekan sejak dini.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU