Sering Kencing di Malam Hari? Pria Jangan Anggap Sepele, Bisa Jadi Tanda Pembesaran Prostat

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bangun satu kali pada malam hari untuk buang air kecil mungkin masih tergolong normal, terutama seiring bertambahnya usia. Namun, jika hal itu terjadi berulang kali hingga mengganggu kualitas tidur, Sobat Holopis sebaiknya tidak mengabaikannya.

Dalam dunia medis, kondisi sering buang air kecil pada malam hari dikenal sebagai nokturia. Menurut Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, salah satu penyebab yang paling umum pada pria berusia di atas 50 tahun adalah Benign Prostatic Hyperplasia (BPH) atau pembesaran prostat jinak.

Meski bukan kanker, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari apabila tidak ditangani dengan tepat.

Apa Itu Pembesaran Prostat?

Prostat merupakan kelenjar kecil yang terletak di bawah kandung kemih dan mengelilingi saluran kemih pria. Seiring bertambahnya usia, ukuran prostat dapat membesar sehingga menekan saluran kemih dan menghambat aliran urine.

Akibatnya, penderita akan lebih sering merasa ingin buang air kecil, termasuk pada malam hari.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Selain sering terbangun untuk buang air kecil, pembesaran prostat juga dapat menimbulkan beberapa gejala lain, seperti:

- Advertisement -
  • Sulit memulai buang air kecil.
  • Pancaran urine lemah atau terputus-putus.
  • Kandung kemih terasa belum kosong meski sudah buang air kecil.
  • Sering ingin buang air kecil, terutama pada malam hari.
  • Sulit menahan keinginan buang air kecil.

Gejala tersebut biasanya berkembang secara perlahan sehingga banyak pria menganggapnya sebagai bagian normal dari proses penuaan.

Apakah Selalu Berbahaya?

Menurut American Urological Association (AUA), pembesaran prostat tidak selalu memerlukan tindakan operasi. Pada kasus ringan, dokter biasanya akan menyarankan perubahan gaya hidup dan melakukan pemantauan berkala.

Namun, jika gejala semakin berat hingga menyebabkan infeksi saluran kemih berulang, batu kandung kemih, atau gangguan fungsi ginjal, penanganan medis perlu segera dilakukan.

Cara Mengurangi Keluhan

Sobat Holopis dapat melakukan beberapa langkah sederhana untuk membantu mengurangi gejala, antara lain:

  • Mengurangi minum dua hingga tiga jam sebelum tidur.
  • Membatasi konsumsi kopi, teh, dan minuman beralkohol pada malam hari.
  • Menjaga berat badan tetap ideal.
  • Tetap aktif berolahraga secara rutin.
  • Tidak menunda buang air kecil saat muncul keinginan.

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan diri apabila sering buang air kecil pada malam hari disertai nyeri saat berkemih, urine berdarah, demam, tidak bisa buang air kecil sama sekali, atau keluhan mulai mengganggu aktivitas dan kualitas tidur.

Deteksi sejak dini dapat membantu dokter menentukan penyebab keluhan dan memberikan penanganan yang sesuai. Meski pembesaran prostat umumnya bersifat jinak, pemeriksaan tetap penting untuk memastikan gejala tersebut bukan disebabkan oleh kondisi lain yang lebih serius, termasuk kanker prostat atau gangguan pada saluran kemih.

Jangan sepelekan kesehatan ya, Sobat Holopis!

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU