Nikmat Banget, Tapi Terlalu Sering Makan Kulit Ayam Crispy Bisa Berdampak Buruk bagi Kesehatan

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kulit ayam crispy menjadi salah satu bagian yang paling digemari banyak orang. Teksturnya yang renyah dengan cita rasa gurih membuat makanan ini sulit ditolak, baik sebagai camilan maupun pelengkap menu utama.

Meski sesekali menikmatinya bukanlah masalah, konsumsi kulit ayam crispy secara berlebihan sebaiknya dihindari. Pasalnya, proses penggorengan dan kandungan lemak yang tinggi dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan jika dikonsumsi terlalu sering.

Berikut beberapa dampak yang perlu Sobat Holopis ketahui.

Dampak Buruk Terlalu Banyak Makan Kulit Ayam Crispy

1. Tinggi Lemak Jenuh dan Kalori

Menurut American Heart Association (AHA), makanan yang tinggi lemak jenuh dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) dalam darah. Jika dikonsumsi berlebihan dalam jangka panjang, kondisi ini dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.

Kulit ayam sendiri mengandung lebih banyak lemak dibandingkan daging ayam tanpa kulit. Ketika digoreng hingga renyah, kandungan kalorinya juga ikut meningkat karena menyerap minyak.

- Advertisement -

2. Berpotensi Meningkatkan Berat Badan

Kulit ayam crispy mengandung kalori yang cukup tinggi, tetapi tidak memberikan rasa kenyang yang bertahan lama. Akibatnya, seseorang cenderung makan lebih banyak tanpa menyadari total kalori yang telah dikonsumsi.

Jika kebiasaan ini dilakukan terus-menerus tanpa diimbangi aktivitas fisik, berat badan berisiko meningkat.

3. Bisa Memicu Kolesterol Tinggi

Menurut Mayo Clinic, pola makan yang tinggi lemak jenuh dan lemak trans dapat berkontribusi terhadap tingginya kadar kolesterol dalam darah. Kolesterol yang tidak terkontrol dapat membentuk plak di pembuluh darah sehingga meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

Meski kolesterol dipengaruhi banyak faktor, pola makan tetap menjadi salah satu aspek penting yang dapat dikendalikan.

4. Meningkatkan Risiko Tekanan Darah Tinggi

Kulit ayam crispy yang dijual di restoran cepat saji atau gerai ayam goreng umumnya mengandung garam (natrium) dalam jumlah cukup tinggi.

Berdasarkan rekomendasi Centers for Disease Control and Prevention (CDC), konsumsi natrium berlebihan dapat meningkatkan tekanan darah, terutama pada orang yang sensitif terhadap garam atau memiliki riwayat hipertensi.

5. Berpotensi Membentuk Senyawa Berbahaya Saat Digoreng Berulang

Menurut World Health Organization (WHO), minyak yang digunakan berulang kali untuk menggoreng dapat mengalami kerusakan akibat suhu tinggi dan menghasilkan senyawa yang tidak baik bagi kesehatan.

Karena itu, penggunaan minyak goreng yang berkali-kali dipanaskan sebaiknya dihindari, baik di rumah maupun saat memilih makanan di luar.

Boleh Dimakan, Asal Tidak Berlebihan

Bukan berarti Sobat Holopis harus menghindari kulit ayam crispy sepenuhnya. Kuncinya adalah mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar dan tidak terlalu sering.

Agar lebih sehat, pilih ayam yang dimasak dengan cara dipanggang atau menggunakan air fryer, batasi porsi kulit ayam, serta imbangi dengan sayuran, buah-buahan, dan aktivitas fisik yang rutin.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang.Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU