Mentan Amran Bongkar Hanya 3 dari 15 Merek Beras Fortifikasi yang Sesuai SNI, Apa Saja?..

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COM – Fakta mengejutkan diungkap Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman. Dari 15 merek beras fortifikasi yang diperiksa pemerintah, hanya 3 merek yang dinyatakan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Temuan tersebut menjadi dasar pemerintah memperketat pengawasan terhadap peredaran beras fortifikasi yang sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat rentan, termasuk keluarga berisiko stunting dan kekurangan gizi.

“Besok, kami akan mengumumkan nama-nama yang tidak memenuhi syarat dan mencabut izin usaha mereka,” tegas Mentan Amran dalam keterangannya, Kamis (30/7).

Amran menjelaskan, hasil pengawasan Badan Pangan Nasional di DKI Jakarta pada Juni 2026 terhadap 15 merek beras fortifikasi menunjukkan hanya tiga merek yang memenuhi ketentuan.

Sebaliknya, sebanyak 12 merek dinyatakan tidak memenuhi standar sesuai SNI 9314:2024 tentang Kernel Beras Fortifikan dan SNI 9372:2025 tentang Beras Fortifikasi.

Berdasarkan standar tersebut, setiap 100 gram beras fortifikasi wajib mengandung vitamin B1 minimal 0,25 miligram, asam folat 0,25–0,38 miligram, vitamin B12 sebesar 1,0–1,5 mikrogram, zat besi 3,50–5,25 miligram, serta seng 3,0–4,5 miligram.

- Advertisement -

Selain itu, rasio pencampuran kernel fortifikan dengan beras sosoh minimal 1 persen.

“Hasil pengawasan menunjukkan masih banyak produk yang tidak memenuhi standar yang telah ditetapkan pemerintah,” ujar Amran.

Ironisnya, produk yang tidak memenuhi standar tersebut justru dipasarkan dengan harga premium.

Data Badan Pangan Nasional mencatat harga 12 merek beras fortifikasi yang tidak lolos uji berkisar Rp17.580 hingga Rp42.500 per kilogram.

Sementara rata-rata harga jualnya mencapai Rp22.665 per kilogram, jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beras premium yang ditetapkan sebesar Rp14.900 per kilogram.

Menurut Amran, kondisi tersebut tidak sejalan dengan biaya produksi beras fortifikasi yang sebenarnya relatif rendah.

Kajian Koalisi Fortifikasi Indonesia menunjukkan tambahan biaya fortifikasi hanya sekitar Rp700 hingga Rp1.000 per kilogram, termasuk biaya kernel fortifikan dan proses pencampuran.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Gesha Yuliani Nattasya
Muhammad Ibnu Idris
Gesha Yuliani Nattasya, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU