JAKARTA, HOLOPIS.COM – Peneror bom SDN Srengseng Sawah ternyata orang tua murid. Pelaku mengaku hanya iseng, namun polisi masih mendalami motif dan riwayat ancamannya.
Polisi mengungkap identitas pelaku pengirim ancaman bom ke SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan.
Pelaku berinisial MY (34) ternyata merupakan orang tua dari salah satu siswa di sekolah tersebut.
Dalam pemeriksaan awal, MY mengaku hanya iseng saat mengirimkan pesan ancaman melalui WhatsApp, namun kepolisian masih mendalami motif sebenarnya di balik aksinya.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin mengatakan pengakuan pelaku belum sepenuhnya dipercaya penyidik.
Menurutnya, polisi masih menelusuri latar belakang, kondisi psikologis, hingga kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain.
“Pelaku mengaku hanya iseng. Namun kami tidak percaya begitu saja. Kami terus melakukan pendalaman terhadap pelaku, latar belakangnya, dan kemungkinan keterhubungannya dengan pihak lain,” kata Iman.
Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, pelaku juga sempat mengungkapkan memiliki kekecewaan terhadap kehidupan pribadinya.
Namun, penyidik memastikan kekecewaan tersebut tidak berkaitan dengan pihak sekolah maupun aktivitas pendidikan di SDN Srengseng Sawah 15.
Fakta lain yang terungkap, MY merupakan ayah dari salah satu murid yang bersekolah di SDN Srengseng Sawah 15.
Bahkan, setelah mengirimkan ancaman bom yang menyebabkan seluruh siswa dipulangkan, pelaku sempat datang ke sekolah untuk menjemput anaknya.
“Setelah pelaku diamankan, ternyata anaknya juga bersekolah di sekolah tersebut. Tadi pagi yang bersangkutan sempat menjemput anaknya setelah ada pemberitahuan ancaman bom,” ujar Iman.
Peristiwa itu terjadi pada Senin (13/7) saat guru dan siswa tengah mengikuti upacara pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Sekolah menerima pesan WhatsApp berisi ancaman bahwa bom telah dipasang di 11 titik di lingkungan sekolah dan akan diledakkan dalam waktu singkat.
Mendapat laporan sekitar pukul 07.30 WIB, aparat kepolisian langsung mengevakuasi seluruh siswa, guru, serta tenaga kependidikan sebagai langkah antisipasi.
Tim Gegana Brimob Polda Metro Jaya, Densus 88 Antiteror, Inafis, Polsek Jagakarsa, serta unsur Dinas Penanggulangan Kebakaran, Dinas Kesehatan, dan Dinas Pendidikan diterjunkan untuk melakukan sterilisasi dan penyisiran di seluruh area sekolah.
Pemeriksaan yang berlangsung lebih dari dua jam tidak menemukan bahan peledak maupun benda mencurigakan.
Polisi kemudian melanjutkan penyelidikan hingga berhasil mengidentifikasi dan menangkap pelaku.
Dalam proses penyidikan, polisi juga menemukan bahwa MY diduga pernah mengirim ancaman serupa kepada ketua RT di lingkungan tempat tinggalnya melalui aplikasi WhatsApp.
Namun, kejadian tersebut tidak pernah dilaporkan ke aparat kepolisian karena saat itu diselesaikan secara kekeluargaan.
Temuan itu menjadi salah satu alasan penyidik tidak langsung menerima pengakuan pelaku yang mengaku hanya iseng.
Polisi kini mendalami apakah terdapat motif lain maupun pola perilaku yang berulang.
Selain pemeriksaan intensif, kepolisian juga akan mengecek kondisi kejiwaan pelaku.
Pemeriksaan psikologis dan psikologi forensik akan dilakukan sebagai bagian dari penyidikan, bersamaan dengan metode scientific crime investigation, untuk mengungkap secara utuh motif maupun kemungkinan keterlibatan pihak lain.
Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan situasi di SDN Srengseng Sawah 15 telah kembali aman dan kondusif.
Kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak sekolah, Polsek Jagakarsa, serta Pemerintah Kota Jakarta Selatan guna memastikan kegiatan belajar mengajar dapat kembali berlangsung normal.
Meski demikian, penyelidikan terhadap MY masih terus berlanjut.
Polisi menegaskan akan mengusut tuntas kasus tersebut untuk memastikan ancaman bom itu benar-benar dilakukan seorang diri serta mengungkap motif yang melatarbelakangi aksi yang sempat memicu kepanikan pada hari pertama masuk sekolah tersebut.


