HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ini daftar 14 kasus korupsi besar yang ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah, mulai Jiwasraya, Garuda, BTS Kominfo hingga Chromebook Kemendikbud.
Sosok Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, kembali menjadi perhatian publik setelah kediaman pribadinya di kawasan Sentul, Bogor, digeledah penyidik gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri bersama Polda Metro Jaya.
Di tengah sorotan tersebut, rekam jejak Febrie dalam mengusut berbagai perkara korupsi bernilai fantastis kembali ramai diperbincangkan.
Selama berkarier di Korps Adhyaksa, baik ketika menjabat Direktur Penyidikan Jampidsus maupun setelah dipercaya menjadi Jampidsus pada awal 2022, ia terlibat dalam penanganan sederet kasus besar yang menyita perhatian masyarakat.
Berbagai perkara yang ditangani mencakup sektor asuransi, perbankan, telekomunikasi, energi, pertambangan, hingga pendidikan.
Nilai kerugian negara yang muncul dalam kasus-kasus tersebut bahkan mencapai ratusan triliun rupiah.
Berikut deretan perkara besar yang pernah dan sedang ditangani Jampidsus Febrie Adriansyah.
1. Skandal Jiwasraya
Kasus korupsi pengelolaan dana investasi PT Asuransi Jiwasraya menjadi salah satu perkara terbesar yang pernah diusut Kejaksaan Agung.
Dugaan penyimpangan investasi sepanjang 2008-2018 mengakibatkan kerugian negara sekitar Rp16,81 triliun dan menyeret sejumlah petinggi perusahaan serta pelaku pasar modal.
2. Perkara Jaksa Pinangki
Febrie juga ikut menangani perkara mantan jaksa Pinangki Sirna Malasari.
Pinangki dinyatakan bersalah dalam kasus suap, pencucian uang, dan permufakatan jahat terkait upaya membantu buronan Djoko Soegiarto Tjandra dalam pengurusan putusan Mahkamah Agung.
3. Dugaan Korupsi Kredit BTN
Kasus pemberian fasilitas kredit di PT Bank Tabungan Negara (BTN) juga masuk dalam daftar perkara yang ditangani.
Dugaan penyimpangan tersebut diperkirakan menyebabkan kerugian negara sekitar Rp279,6 miliar dengan lima orang ditetapkan sebagai tersangka.
4. Korupsi PT Asabri
Setelah Jiwasraya, Kejaksaan Agung membongkar dugaan korupsi pengelolaan dana investasi PT Asabri periode 2012-2019.
Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp22,78 triliun dan melibatkan sejumlah mantan petinggi perusahaan.
5. Pengadaan Pesawat Garuda Indonesia
Kasus dugaan korupsi pengadaan pesawat ATR 72-600 di PT Garuda Indonesia juga menjadi perhatian besar.
Penyidik menduga terdapat penyimpangan dalam proses pengadaan dan sewa pesawat yang menimbulkan kerugian negara lebih dari Rp3,6 triliun.
6. Korupsi BTS 4G Kominfo
Proyek pembangunan BTS 4G Bakti Kominfo menjadi salah satu perkara paling menyita perhatian publik.
Dugaan korupsi dalam proyek tersebut ditaksir menyebabkan kerugian negara sekitar Rp8 triliun dan menyeret sejumlah pejabat, termasuk mantan Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate.
7. Tata Niaga Timah
Kasus tata niaga komoditas timah di wilayah izin usaha pertambangan PT Timah disebut sebagai salah satu perkara dengan nilai kerugian terbesar.
Total kerugian negara beserta dampak kerusakan lingkungan diperkirakan mencapai Rp271 triliun.
8. Tata Kelola Minyak Mentah Pertamina
Kejaksaan Agung juga menangani dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang di lingkungan PT Pertamina Subholding serta KKKS periode 2018-2023.
Nilai kerugian negara dalam perkara ini diperkirakan mencapai Rp193,7 triliun.
9. PT Duta Palma Group
Perkara dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang melibatkan PT Duta Palma Group menjadi salah satu kasus besar lainnya.
Kerugian keuangan negara diperkirakan mencapai Rp4,9 triliun, sedangkan dampak terhadap perekonomian nasional ditaksir sekitar Rp99,2 triliun.
10. Korupsi Izin Ekspor CPO
Kasus pemberian izin ekspor crude palm oil (CPO) pada 2022 juga masuk dalam daftar perkara strategis.
Dugaan penyimpangan tersebut menyebabkan kerugian negara sekitar Rp6,047 triliun dan berdampak pada perekonomian nasional hingga Rp12,312 triliun.
11. Impor Besi dan Baja Paduan
Kejaksaan Agung turut mengusut dugaan korupsi impor besi atau baja paduan beserta produk turunannya.
Kerugian negara diperkirakan mencapai Rp1,06 triliun dengan dampak ekonomi sekitar Rp18,89 triliun.
12. Importasi Tekstil Bea Cukai
Saat masih menjabat Direktur Penyidikan, Febrie menangani dugaan penyalahgunaan kewenangan dalam kegiatan importasi tekstil di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai periode 2018-2020.
Dugaan kerugian perekonomian negara diperkirakan mencapai Rp1,6 triliun.
13. Dugaan Korupsi Program MBG
Kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Badan Gizi Nasional kini masih dalam tahap penyidikan.
Perkara ini menjadi salah satu fokus terbaru Kejaksaan Agung.
14. Dugaan Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Perkara pengadaan laptop Chromebook di Kemendikbudristek menjadi kasus terbaru yang menyita perhatian.
Penyidikan masih terus berjalan dan turut menyeret sejumlah nama penting.
Nilai kerugian negara yang telah diputus pengadilan dalam perkara terkait mencapai sekitar Rp1,56 triliun.
Mencuatnya penggeledahan rumah Febrie Adriansyah membuat kembali rekam jejaknya sebagai penangan perkara korupsi menjadi perbincangan publik.
Dalam konferensi pers, Febrie mengonfirmasi bahwa rumah di Sentul yang digeledah memang merupakan miliknya.
Ia juga menyatakan seluruh uang tunai maupun emas batangan yang ditemukan penyidik memiliki asal-usul yang dapat dipertanggungjawabkan sesuai ketentuan hukum.
Selain itu, Febrie membantah berbagai informasi yang mengaitkan dirinya dengan sejumlah isu yang beredar di media sosial.
Terlepas dari polemik yang berkembang, nama Febrie Adriansyah selama ini identik dengan penanganan berbagai kasus korupsi berskala besar di Indonesia.
Mulai dari sektor keuangan, pertambangan, energi, telekomunikasi, hingga pendidikan, sederet perkara tersebut menjadi bagian dari rekam jejaknya dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi di Tanah Air.


