Petugas Salurkan Ribuan Liter Air Bersih Tangani Kekeringan di Jabar dan Jateng

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana kekeringan hingga saat ini masih terus mendominasi wilayah Jawa Barat sampai dengan wilayah Jawa Tengah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa kekeringan pertama terjadi di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

“Sebanyak 120 jiwa di Desa Kedungbenda, Kecamatan Nusawungu, dan 398 jiwa di Desa Karangkemiri, Kecamatan Jeruklegi, terdampak kekeringan,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (13/6).

Abdul menjelaskan bahwa BPBD Kabupaten Cilacap telah mendistribusikan 10.000 liter air bersih kepada warga terdampak. Selain itu, mereka turut melakukan koordinasi lintas sektor secara berkala untuk memantau kondisi dan memastikan pasokan sumber air tetap terpenuhi di tengah musim kemarau.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Sebanyak 372 jiwa terdampak kekeringan di Desa Kutalanggeng, Kecamatan Tegalwaru.

“BPBD Kabupaten Karawang telah menyalurkan bantuan air bersih dengan mengerahkan dua unit mobil tangki, masing-masing berkapasitas 5.000 liter,” ujarnya.

- Advertisement -

Selain itu, kekeringan juga melanda dua desa di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. BPBD Kabupaten Bogor melaporkan sebanyak 517 jiwa di Desa Gunung Sari, Kecamatan Citeureup, dan 217 jiwa di Desa Parakan Muncang, Kecamatan Nanggung, terdampak kekeringan.

“BPBD terus menyalurkan air bersih serta mengisi penampungan dan toren warga terdampak. Pada Jumat (12/6), penyaluran kembali dilakukan sebanyak 5.000 liter ke dua desa tersebut,” ungkapnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki musim kemarau, sementara wilayah lainnya masih berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang.

Abdul menekankan pentingnya kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi yang masih dapat terjadi di berbagai wilayah Indonesia.

Masyarakat di wilayah rawan kekeringan diharapkan melakukan penghematan penggunaan air dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak. Selain itu, warga diminta menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau.

Apabila menemukan titik api di sekitar tempat tinggal, masyarakat diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang agar dapat dilakukan penanganan cepat.

Di wilayah rawan banjir, terutama di sekitar aliran sungai dan kawasan perbukitan, warga diharapkan terus memantau prakiraan cuaca. Saat terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi panjang, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman sesuai arahan petugas.

“BPBD dan pemerintah daerah diminta terus melakukan pemantauan kondisi tanggul dan aliran sungai, pemeliharaan saluran drainase, pemangkasan pohon rimbun, serta patroli di wilayah rawan kebakaran untuk mengurangi risiko bencana dan mempercepat respons saat keadaan darurat,” imbaunya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Ronald Steven
Ronald Steven
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU