HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana karhutla (kebakaran hutan dan lahan) melanda sejumlah wilayah yang ada di Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan sejak Minggu (5/7).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, peristiwa ini terjadi di Kelurahan Cempaka, Kecamatan Cempaka, serta Kelurahan Landasan Ulin Selatan, Kecamatan Liang Anggang.
“Berdasarkan data yang diterima, lahan seluas 3,7 hektare terbakar dan tidak terdapat korban jiwa akibat kejadian tersebut,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com.
Abdul memastikan, BPBD Kota Banjarbaru bersama petugas gabungan dan masyarakat setempat terus bergotong royong melakukan pemadaman di lokasi guna mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap masyarakat sekitar.
Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan juga terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Lokasi kejadian berada di Desa Mempaya, Kecamatan Damar. Berdasarkan laporan yang diterima, lahan seluas satu hektare terbakar. BPBD Kabupaten Belitung Timur segera melakukan upaya pemadaman api di lokasi terdampak serta terus memastikan keamanan wilayah di sekitar lokasi kejadian.
“Api berhasil dipadamkan dan proses pendinginan lahan telah selesai dilaksanakan sehingga kondisi dinyatakan aman dan terkendali,” ujarnya.
Selain penanganan kejadian yang sedang berlangsung, Abdul menyebut bahwa pihaknya terus memperkuat langkah antisipasi menghadapi potensi dampak fenomena El Nino dan musim kemarau tahun 2026 yang diprakirakan dapat meningkatkan risiko kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta krisis air bersih di sejumlah wilayah Indonesia.
“Berbagai upaya mitigasi telah dilakukan BNPB bersama kementerian/lembaga terkait dan pemerintah daerah, antara lain melalui pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah prioritas, pembangunan sumur bor, pemasangan jaringan perpipaan, pendistribusian bantuan air bersih, serta penguatan kesiapsiagaan daerah dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi kering,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan BMKG, sejumlah wilayah Indonesia mulai memasuki periode musim kemarau dengan potensi penurunan curah hujan dan peningkatan suhu udara. Oleh karena itu, pemerintah daerah diimbau untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, memperkuat sistem peringatan dini, melakukan pemantauan ketersediaan sumber air, serta mengoptimalkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan.
“BNPB juga mengimbau masyarakat agar menggunakan air secara bijak, tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun, serta segera melaporkan potensi kebakaran maupun kondisi kedaruratan kepada petugas terkait. Kesiapsiagaan, mitigasi, dan respons cepat seluruh unsur menjadi langkah penting dalam meminimalkan risiko serta dampak bencana selama periode musim kemarau dan potensi El Nino tahun 2026,” imbaunya.


