HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat membanggakan kerja Angkatan Laut AS yang bertindak seperti perompak dalam blokade pelabuhan Iran.
Dimana hal itu dilakukan militer AS saat perang melawan Iran mencapai tenggat waktu legal 60 hari.
“Kami merampas kapal, kami merampas kargo, kami merampas minyak. Ini bisnis yang sangat menguntungkan,” kata Trump dalam sebuah acara beberapa waktu lalu seperti dikutip Holopis.com.
“Kami seperti perompak. Kami memang agak mirip perompak, tetapi kami tidak main-main,” imbuhnya.
Sebelumnya pada Jumat yang sama, Trump kepada para anggota parlemen AS mengatakan bahwa perang melawan Iran telah berakhir.
Pernyataan itu diduga dilontarkan sebagai sebuah upaya untuk meredam perdebatan mengenai perlunya persetujuan Kongres atas konflik tersebut.
Berdasarkan Resolusi Kewenangan Perang yang disahkan pada 1973, presiden AS, setelah memberi tahu Kongres tentang penggunaan kekuatan militer, harus mengakhiri aksi tersebut dalam waktu 60 hari, kecuali Kongres mengizinkan pelanjutan aksi militer itu.
AS dan Israel meluncurkan operasi tempur skala besar terhadap Iran pada 28 Februari. Pemerintahan Trump secara resmi memberi tahu Kongres pada 2 Maret mengenai aksi militer tersebut, yang berarti tenggat legal 60 hari akan berakhir pada 1 Mei.
Pejabat militer senior Iran, Mohammad Jafar Asadi, pada Sabtu (2/5) mengatakan bahwa kembali pecahnya perang kemungkinan besar akan terjadi.
Menurut pernyataan yang dirilis oleh Departemen Perang AS, Angkatan Laut AS mencegat dan menaiki dua kapal tanker minyak di Samudra Hindia masing-masing pada 20 April dan 22 April. Kedua kapal tanker tersebut diduga mengangkut minyak dari Iran.


