Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 4.333 Jiwa, Ribuan Orang Masih Kehilangan Tempat Tinggal

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Jumlah korban meninggal dunia akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela pada akhir Juni terus bertambah. Pemerintah setempat kini mengonfirmasi sedikitnya 4.333 orang tewas dalam bencana yang menjadi salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah negara tersebut.

Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan ratusan korban hingga kini masih belum berhasil diidentifikasi.

“Sebanyak 4.333 orang dipastikan meninggal dunia, dan 315 di antaranya masih belum teridentifikasi,” kata Jorge Rodriguez, dikutip Holopis.com (11/7).

Sementara itu, jumlah korban luka masih tercatat sebanyak 16.740 orang. Pemerintah juga melaporkan 6.462 orang berhasil diselamatkan dari lokasi terdampak, sedangkan sekitar 17.000 warga kehilangan tempat tinggal akibat gempa tersebut.

Gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi pada 24 Juni lalu menyebabkan kerusakan parah di berbagai wilayah Venezuela, terutama di kawasan pesisir La Guaira.

Menurut Jorge Rodriguez, sebanyak 856 bangunan mengalami kerusakan, termasuk 190 bangunan yang runtuh total atau mengalami kerusakan struktural berat.

- Advertisement -

Pemerintah memperkirakan sedikitnya 25.000 unit rumah baru dibutuhkan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal. Hingga kini, sekitar 40 bidang lahan dengan luas total lebih dari 584.000 meter persegi telah disiapkan untuk pembangunan permukiman baru.

Rodriguez juga mengungkapkan bahwa Presiden Interim Venezuela, Delcy Rodriguez, dijadwalkan mulai menyerahkan 200 rumah pertama kepada para penyintas pada pekan depan.

Meski harapan menemukan korban selamat semakin menipis, operasi pencarian masih terus dilakukan di sejumlah titik yang dianggap berpotensi masih menyisakan korban hidup.

“Selama masih ada kehidupan, selalu ada harapan. Kami masih memiliki satu atau dua lokasi yang situasinya belum pasti dan tim penyelamat masih terus mencari korban selamat,” ujarnya.

Di tengah tragedi tersebut, kisah penyintas bernama Maria Alejandra Sanz turut menyita perhatian. Remaja berusia 17 tahun itu berhasil bertahan hidup selama 17 jam setelah terjebak di bawah reruntuhan bangunan di Kota La Guaira.

Maria mengaku hanya bisa bertahan dengan meminum air seninya sendiri hingga akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat.

Namun, keselamatannya harus dibayar mahal. Empat sahabatnya, termasuk Gonzalo Marquez, meninggal dunia setelah bangunan tempat mereka berada runtuh. Mereka sebelumnya tengah berlatih tarian untuk acara kelulusan sekolah.

“Kami sempat berbicara tentang bagaimana nanti kami tidak akan sering bertemu lagi setelah lulus. Kami juga bercanda bahwa Gonzalo akan mirip ayahnya saat tua dan rambutnya akan cepat beruban,” kenang Maria.

Dengan suara bergetar, ia menutup ceritanya dengan kalimat yang menyentuh.

“Mereka akan tetap muda selamanya, selamanya muda,” ujarnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Darin Brenda Iskarina
Darin Brenda Iskarina
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU