HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali memanas. Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, menegaskan negaranya akan membalas kematian sang ayah sekaligus pendahulunya, Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel pada akhir Februari lalu.
Pernyataan itu disampaikan hanya beberapa jam setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Iran agar tidak mencoba melakukan upaya pembunuhan terhadap dirinya.
“Balas dendam adalah kehendak bangsa kami dan itu pasti akan dilakukan,” tulis Mojtaba Khamenei, dikutip Holopis.com (11/7).
Dalam pesan pertamanya sejak prosesi pemakaman Ali Khamenei pekan ini, Mojtaba menegaskan bahwa rencana pembalasan tidak bergantung pada dirinya maupun pejabat lain di Iran.
“Hal ini tidak bergantung pada keberadaan saya atau pejabat lainnya. Entah kami ada atau tidak, itu akan tetap terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengklaim Iran telah menyusun daftar individu yang akan menjadi target pembalasan, meski tidak mengungkap identitas mereka.
Sebelumnya, Donald Trump menyampaikan peringatan keras melalui platform Truth Social. Ia menyatakan militer Amerika Serikat siap memberikan respons besar jika Iran mencoba melakukan serangan terhadap dirinya.
“Seribu rudal sudah dikunci dan siap diluncurkan ke Republik Islam Iran, dengan ribuan lainnya akan segera menyusul apabila pemerintah Iran menjalankan ancamannya untuk membunuh atau mencoba membunuh Presiden Amerika Serikat yang sedang menjabat, dalam hal ini saya,” tulis Trump.
Trump menambahkan bahwa perintah kepada militer Amerika Serikat telah diberikan.
“Militer Amerika Serikat siap, bersedia, dan mampu, selama satu tahun penuh atau lebih jika diperlukan, untuk meluluhlantakkan dan menghancurkan seluruh wilayah Iran,” tegasnya.
Pernyataan saling mengancam itu muncul di tengah rapuhnya kesepakatan sementara yang sebelumnya dimaksudkan untuk menghentikan perang antara Iran dan Israel yang didukung Amerika Serikat. Kesepakatan tersebut kembali terguncang setelah kedua belah pihak saling melancarkan serangan dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, upaya diplomasi masih terus dilakukan. Media Iran melaporkan bahwa delegasi dari Qatar telah tiba di Teheran untuk memperkuat perannya sebagai mediator dalam meredakan ketegangan antara kedua negara.
Meski Trump menyatakan pembicaraan dengan Iran akan tetap berlanjut, ia menyebut proses negosiasi tersebut sebagai “buang-buang waktu.”
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran telah memenuhi seluruh komitmennya dalam nota kesepahaman yang disepakati bulan lalu.
“Iran sejauh ini telah menepati janjinya. Kenyataannya, kepatuhan hanya bisa terwujud jika kedua belah pihak sama-sama mematuhinya,” kata Araghchi.


