Trump Stres! Sekutu Barat Kompak Tolak Kirim Kapal ke Selat Hormuz

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump tengah kesulitan membangun koalisi militer internasional untuk membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz. Status jalur Selat Hormuz tengah ditutup Iran imbas konflik dengan Amerika Serikat (AS)-Iseael.

Alih-alih mendapat dukungan penuh, sejumlah negara sekutu justru menolak permintaan Washington untuk mengirim kapal perang—membuat upaya tekanan terhadap Iran tersendat.

Trump mengungkapkan bahwa dirinya sudah minta sekitar tujuh negara untuk ikut serta dalam operasi pengamanan Selat Hormuz. Namun hingga kini, belum ada komitmen nyata dari negara-negara tersebut.

Laporan dari Associated Press menyebut, negara-negara yang dihubungi merupakan pihak yang sangat bergantung pada pasokan energi dari Timur Tengah. Tapi, mereka masih tetap memilih bersikap hati-hati.

Situasi ini membuat posisi AS semakin tertekan, terutama karena jalur tersebut merupakan salah satu urat nadi energi dunia.

Negara-negara Eropa telah menolak untuk mengirim kapal perang ke Selat Hormuz. Meski Donald Trump mengancam bahwa NATO bakal menghadapi ‘masa depan yang sangat buruk’ jika anggotanya gagal membantu membuka kembali jalur air vital tersebut.

- Advertisement -

Jerman menolak untuk berpartisipasi dalam aktivitas militer apa pun. Hal itu termasuk upaya untuk membuka kembali selat tersebut.

Kanselir Friedrich Merz menegaskan Jerman tak pernah memutuskan keputusan bersama tentang bakal melakukan intervensi di Selat Hormuz.

“Itulah mengapa pertanyaan tentang bagaimana Jerman dapat berkontribusi secara militer tidak muncul. Kami tidak akan melakukannya,” kata Merz dikutip dari The Guadian, Selasa, (17/3/2026).

Ia menambahkan Rezim Iran memang harus diakhiri. Tapi, berdasarkan semua pengalaman yang sudah dilalui dalam beberapa tahun dan dekade sebelumnya, menyerang Iran juga bukan cara tepat. “Membomnya hingga tunduk kemungkinan besar bukanlah pendekatan yang tepat,” lanjut Merz.

Menteri Pertahanan Jerman, Boris Pistorius, mengatakan konflik denga Israel bukan perang negaranya. Dia pun menyindir AS yang kerap membanggakan kekuatan militernya termasuk Angkatan Laut tapi tak sanggup dalam persoalan Selat Hormuz.

“Apa yang diharapkan Donald Trump dari segelintir fregat Eropa di Selat Hormuz yang tidak dapat ditangani oleh angkatan laut AS yang perkasa sendirian? Inilah pertanyaan yang saya ajukan pada diri saya sendiri,” jelas Pistorius.

Adapun Perdana Menteri Inggris Keir Starmer mengatakan tak akan terlibat dalam perang yang lebih luas. Tapi, ia mengatakan Inggris sedang mengerjakan rencana yang layak.

Dia tak menampik memang harus membuka kembali Selat Hormuz untuk memastikan stabilitas di pasar minyak dunia. “Itu bukan tugas yang mudah,” kata Stermer.

Dia tak mengesampingkan bentuk tindakan apa pun. Tapi, mengatakan langkah itu mesti disepakati oleh sebanyak mungkin mitra.

Para politisi Eropa juga sudah menyampaikan upaya diplomatik untuk membuka kembali Selat Hormuz. Sebab, Selat Hormuz mengangkut sekitar seperlima minyak dan gas fosil cair dunia hingga penutupan efektifnya oleh Iran.

Menteri Luar Negeri Italia, Antonio Tajani, mengatakan diplomasi harus diutamakan. Ia bilang Italia tak terlibat dalam misi angkatan laut apa pun yang dapat diperluas ke wilayah tersebut.

Ia meragukan perluasan cakupan misi Uni Eropa yang ada di Laut Merah ke Selat Hormuz, “karena misi tersebut adalah misi anti-pembajakan dan pertahanan”.

Sikap yang diambil oleh tiga negara besar Eropa itu sangat mencolok. Mereka tak setuju dengan langkah Trump bersama Israel yang menyerang Iran 16 hari yang lalu.

Sebelumnya, Australia, Prancis, dan Jepang mengatakan juga tak punya rencana untuk mengirim kapal perang.

Pada konferensi pers pada Senin, Trump mengulangi seruannya kepada sekutu agar membantu membuka kembali jalur pelayaran di selat tersebut. Ia mengklaim beberapa sekutu antusias tentang hal itu dan beberapa tidak.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

DKI JAKARTA
☀️
00:00:00
Memuat Kalender...
MEMUAT... - ---- H
MEMUAT... 00:00
-- : -- : --

YANG BARU