Wapres Gibran Temui DPM Hun Many, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia – Kamboja

0 Shares
Ukuran Teks:
21
Dengarkan:

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Wakil Presiden Gibran Rakabuming menerima kunjungan Deputi Perdana Menteri (DPM) sekaligus Menteri Pelayanan Sipil Kerajaan Kamboja, Hun Many, di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (28/7).

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis dalam hubungan bilateral Indonesia dan Kamboja, meliputi reformasi birokrasi, kepemudaan dan olahraga, serta penanganan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang berkaitan dengan praktik penipuan daring (online scam).

Pertemuan ini merupakan bagian dari langkah Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan dengan negara-negara anggota ASEAN melalui kerja sama yang semakin erat dan saling menguntungkan.

Upaya tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya memperkokoh solidaritas, dialog, dan kolaborasi antarnegara ASEAN guna menjaga stabilitas serta mendorong kemajuan kawasan.

Wapres Gibran mendorong agar hubungan Indonesia dan Kamboja terus dikembangkan melalui kerja sama yang konkret dan responsif terhadap kebutuhan kedua negara, di antaranya tentang penguatan tata kelola pemerintahan dan reformasi birokrasi.

“Kerjasama antarkedua negara di bidang reformasi birokrasi tentunya bisa diperdalam lagi, terutama terkait transformasi digital. Reformasi birokrasi menjadi salah satu program prioritas Bapak Presiden,” kata Gibran dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

“Karena kami ingin memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat. Kita ingin birokrasi yang lebih gesit, bebas korupsi, dan juga transparan,” imbuhnya.

Selain reformasi birokrasi, Wakil Menteri Luar Negeri Muhammad Anis Matta mengungkapkan bahwa Wapres Gibran bersama DPM Hun Many juga membahas penguatan kerja sama di bidang kepemudaan dan olahraga.

Kerja sama ini menjadi salah satu instrumen penting dalam mempererat hubungan antarmasyarakat kedua negara sekaligus mendorong pengembangan potensi generasi muda.

“Kemudian yang kedua ada masalah kerja sama dalam bidang kepemudaan dan olahraga,” ujar Anis usai pertemuan.

Salah satu perhatian dalam kerja sama olahraga adalah pengembangan olahraga disabilitas. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan bahwa DPM Hun Many memiliki perhatian besar terhadap pengembangan olahraga disabilitas, termasuk peningkatan kapasitas atlet Kamboja.

“Deputy Prime Minister Hun Many ini sangat konsen dengan olahraga disabilitas,” ujar Erick.

Dalam pembahasan tersebut, Kamboja juga menyampaikan keinginan untuk meningkatkan kapabilitas para atletnya melalui fasilitas olahraga yang telah terbangun di Kota Solo. Fasilitas tersebut dinilai memiliki kualitas yang sangat baik dan berpotensi menjadi ruang kerja sama olahraga antara Indonesia dan Kamboja.

- Advertisement -
Google News

Jadikan Holopis.com sebagai sumber utama pilihanmu di Google untuk mendapatkan berita terbaru dan informasi aktual.

Tambahkan Sekarang
Ronald Steven
Tim Penulis & Editor
Ronald Steven
Apresiasi untuk Ronald Steven

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO & ShopeePay.
0 Shares

💬 Diskusi Pembaca

0 Komentar

Masuk dengan akun Google Anda untuk bergabung dalam diskusi:

Memuat diskusi...

Holopis UMKMIklan: Holopis UMKM
DKI JAKARTA
☀️ 🌙
00:00:00
Memuat Tanggal...
MEMUAT
-
---- H
MEMUAT 00:00
-- : -- : --
Waktu Dhuha --:-- — --:--
YANG BARU