HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan optimistis peluang tercapainya kesepakatan damai dengan Iran masih terbuka, meski situasi di Timur Tengah belum sepenuhnya stabil. Pernyataan itu disampaikan Trump pada Senin (27/7) waktu setempat, saat gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran memasuki hari ketiga setelah kedua negara menghentikan serangan sejak Jumat lalu.
Berbicara kepada wartawan di dalam pesawat kepresidenan Air Force One, Trump mengatakan pemerintahannya masih membuka ruang bagi penyelesaian melalui jalur diplomasi.
“Saya punya banyak kesabaran. Kita lihat saja nanti apa yang terjadi. Saya pikir ada peluang besar sesuatu bisa terwujud,” kata Donald Trump, dikutip Holopis.com, Selasa (28/7).
Ia juga mengklaim Iran saat ini tengah menjalin komunikasi dengan Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan tercapainya kesepakatan baru.
“Saat ini mereka sedang berbicara dengan kami untuk membuat sebuah kesepakatan,” ujarnya dalam pidato di Michigan.
Meski demikian, Trump mengingatkan bahwa Washington siap kembali mengambil langkah militer apabila upaya diplomatik tidak membuahkan hasil.
“Kalau upaya ini gagal, kami akan kembali melakukan apa yang sebelumnya kami lakukan,” tegasnya.
Trump juga membantah kekhawatiran bahwa persediaan amunisi militer Amerika Serikat mulai menipis setelah konflik berlangsung selama hampir lima bulan.
“Kami memiliki banyak amunisi. Persediaan kami lebih dari cukup, bahkan jauh lebih banyak daripada yang mungkin kami gunakan,” katanya.
Iran Bantah Sedang Berunding
Di sisi lain, pemerintah Iran membantah adanya negosiasi langsung dengan Amerika Serikat. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengatakan pihaknya memang masih menerima pesan dari sejumlah negara mediator, namun hingga kini belum ada pembicaraan resmi dengan Washington.
“Mediator mungkin menyampaikan pesan dari pihak Amerika terkait perkembangan situasi kawasan. Namun saat ini kami tidak sedang melakukan negosiasi dengan Amerika Serikat,” ujar Baqaei.
Saudi Kembali Jadi Sasaran Serangan Drone
Di tengah jeda pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran, ketegangan di kawasan belum sepenuhnya mereda.
Kementerian Pertahanan Arab Saudi melaporkan telah mencegat sejumlah drone yang diluncurkan kelompok-kelompok yang berafiliasi dengan Iran di Irak. Drone tersebut disebut menargetkan fasilitas minyak di wilayah kerajaan.
Hingga kini belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Pemerintah Arab Saudi meminta Irak mengambil langkah agar wilayahnya tidak lagi digunakan sebagai lokasi peluncuran serangan.
Perdana Menteri Irak Ali al-Zaidi kemudian memerintahkan penyelidikan atas tuduhan tersebut.



