HOLOPIS.COM, JAKARTA – Eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada kewaspadaan militer Indonesia. TNI Angkatan Udara menegaskan pentingnya kesiapan operasional seluruh satuan dalam menghadapi potensi ancaman global yang kian kompleks.
Pesan tersebut disampaikan Panglima Koops Udara Nasional melalui amanat yang dibacakan Komandan Lanud R. Suryadi Suryadarma, Marsma TNI M.R.Y. Fahlefie, dalam upacara 17-an di Lapangan Dirgantara Lanud Suryadarma, Kalijati, Subang, Selasa (17/3/2026).
Dalam amanatnya, Fahlevie menekankan bahwa dinamika konflik global harus direspons dengan peningkatan kewaspadaan, profesionalisme, serta kesiapan tempur yang terukur dan berkelanjutan.
Selain kesiapsiagaan, TNI AU juga diarahkan untuk mempercepat modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista) serta memperkuat interoperabilitas antar satuan.
Menurut dia, langkah ini dinilai krusial untuk perkuat sistem pertahanan udara nasional di tengah perubahan pola peperangan modern yang semakin kompleks.
“Saya tegaskan kembali bahwa keselamatan terbang dan kerja merupakan prioritas yang tidak boleh ditawar. Zero accident, jangan menjadi slogan, melainkan harus tertanam dalam setiap individu,” kata Fahlefie, dalam keterangan Dinas Penerangan TNI AU yang dikutip pada Selasa, (17/3/2026).
TNI AU juga diminta menyiapkan berbagai skenario menghadapi ancaman masa depan, termasuk perang hibrida, serangan drone, hingga peperangan berbasis siber dan kecerdasan buatan.
Perencanaan kontinjensi, mobilitas kekuatan, hingga perlindungan objek vital nasional juga jadi bagian penting yang harus terus diuji dan disempurnakan.
Selain itu, konsep multi domain operations dan ancaman proxy war juga masuk dalam perhatian utama untuk memperkuat strategi pertahanan nasional.
Di akhir amanatnya, Fahlefie turut mengingatkan seluruh personel yang akan menjalani cuti Idul Fitri agar tetap menjaga disiplin dan kewaspadaan.
Momentum Lebaran diharapkan tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga memperkuat semangat pengabdian sebagai prajurit.
Upacara tersebut diikuti oleh jajaran pejabat, perwira, bintara, tamtama, serta aparatur sipil negara di lingkungan Lanud Suryadarma.

