HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah serangan militer terbaru Washington menewaskan sedikitnya tujuh personel militer Iran. Pemerintah Iran pun berjanji akan memberikan respons tegas atas serangan tersebut.
Mengutip laporan kantor berita Fars, militer Iran menyebut sebanyak 13 rudal Amerika Serikat menghantam barak pasukan Angkatan Darat di Kota Bampur, Iran selatan, pada Senin (14/7) waktu setempat.
Akibat serangan itu, tujuh anggota militer Iran dilaporkan tewas, sementara sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Dalam pernyataannya, militer Iran menegaskan akan memberikan “respons yang tegas” terhadap serangan yang disebut menyasar fasilitas militernya.
Sebelumnya, Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi tersebut menargetkan puluhan sasaran militer di sekitar Selat Hormuz dan wilayah pesisir Iran.
Sementara itu, juru bicara pemerintah Iran mengungkapkan bahwa korban jiwa akibat rangkaian serangan Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir telah melampaui 30 orang. Selain korban meninggal, ratusan warga juga dilaporkan mengalami luka-luka akibat gelombang serangan yang terus berlangsung.
Amerika Serikat diketahui telah melancarkan serangan terhadap Iran selama empat malam berturut-turut. Secara keseluruhan, operasi militer Washington telah berlangsung dalam enam dari delapan malam terakhir, menandai eskalasi terbaru dalam konflik antara kedua negara.
Hingga kini, belum ada tanda-tanda ketegangan akan mereda. Ancaman balasan dari Teheran memunculkan kekhawatiran bahwa konflik dapat semakin meluas dan berdampak pada stabilitas kawasan Timur Tengah.


