Exit Tol hingga Jalur Arteri Disiapkan, Antisipasi Lonjakan Pemudik ke Merak

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Menjelang arus mudik Lebaran 2026, pemerintah menyampaikan kesiapan infrastruktur jalan nasional di Provinsi Banten yang menjadi jalur utama menuju penyeberangan ke Sumatera. Langkah ini dilakukan untuk menjamin perjalanan pemudik menuju pelabuhan.

Kementerian Pekerjaan Umum menyatakan bahwa jaringan jalan nasional di wilayah Banten kini dalam kondisi siap melayani lonjakan kendaraan menuju kawasan pelabuhan utama seperti Pelabuhan Merak.

Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, mengatakan pemerintah berkomitmen menjaga kualitas infrastruktur jalan agar perjalanan masyarakat saat mudik berlangsung lancar.

“Pemerintah berkomitmen memastikan jaringan jalan nasional dalam kondisi mantap agar perjalanan mudik masyarakat berlangsung aman dan nyaman,” kata Dody dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, (13/3/2026).

Kesiapan itu dikoordinasikan melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Banten di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga. Sejumlah pekerjaan perawatan dan preservasi jalan telah diselesaikan sebelum batas waktu H-10 Lebaran agar tidak mengganggu arus kendaraan.

Menurut Dody, seluruh pekerjaan konstruksi yang berpotensi menghambat lalu lintas ditargetkan rampung sebelum periode puncak mudik dimulai.

- Advertisement -

“Seluruh pekerjaan yang berpotensi mengganggu lalu lintas kami targetkan selesai sebelum H-10 Lebaran. Dengan begitu, badan jalan sudah bersih dari alat berat maupun material sehingga masyarakat dapat memanfaatkan jalan nasional secara optimal selama periode mudik,” katanya.

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Primawan Avicenna, menjelaskan bahwa kondisi jaringan jalan nasional di provinsi tersebut saat ini berada dalam kategori baik.

Total panjang jalan nasional di Banten mencapai sekitar 560 kilometer, dengan tingkat kemantapan jalan mencapai 96 persen.

“Target kami H-10 Lebaran seluruh pekerjaan sudah rampung sehingga pengguna jalan dapat melintas dengan nyaman. Setelah periode tersebut, tidak ada lagi pekerjaan pengaspalan maupun pembetonan di badan jalan,” ujar Primawan.

Meski demikian, pihaknya tetap menyiapkan langkah antisipasi apabila terjadi kerusakan jalan akibat cuaca ekstrem. Perbaikan darurat akan dilakukan menggunakan metode Tambalan Cepat Mantap (TCM) dengan material Cold Paving Hot Mix Asphalt (CPHMA).

Delapan Posko Disiagakan

Untuk membantu pemudik selama perjalanan, Kementerian PU juga menyiagakan delapan posko Lebaran di sepanjang jaringan jalan nasional di Banten.

Posko tersebut akan beroperasi selama masa mudik dan balik untuk memberikan bantuan informasi. Selain itu, posko juga bakal bantu dalam penanganan darurat, serta koordinasi jika terjadi gangguan lalu lintas.

Banten merupakan salah satu gerbang utama menuju Sumatera. Maka itu, arus kendaraan diperkirakan meningkat tajam terutama menuju tiga pelabuhan utama, yaitu Pelabuhan Merak, Pelabuhan Ciwandan, dan Pelabuhan Bandar Bakau Jaya.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skenario pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan menuju pelabuhan.

Salah satunya adalah pengaturan akses menuju Pelabuhan Merak dari Exit Tol KM 98. Jika terjadi antrean panjang kendaraan, arus lalu lintas akan dialihkan melalui Simpang Gerem menuju jalur arteri Cilegon.

Selain itu, dalam kondisi tertentu seperti cuaca buruk yang menghambat aktivitas kapal, kepolisian dapat menerapkan delaying system dengan mengarahkan kendaraan secara bertahap menuju Simpang Susun Cilegon Barat hingga Simpang Susun Cilegon Timur.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Dani Yoga
Dani Yoga
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU