FH UGM Backup Nabiyla Risfa Izzati, Kecam Intimidasi dan Upaya Pembungkaman Kebebasan Akademik

0 Shares

JAKARTA, HOLOPIS.COMFakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (FH UGM) menyatakan dukungan penuh kepada salah satu dosennya, Nabiyla Risfa Izzati, yang mengaku menjadi korban intimidasi, doxing, dan ancaman setelah menyampaikan pendapat melalui akun media sosial X.

Melalui pernyataan sikap resmi yang dipublikasikan di akun Instagram FH UGM pada Jumat 17 Juli 2026, pimpinan fakultas mengecam segala bentuk tindakan intimidatif yang dinilai mencederai kebebasan akademik dan prinsip demokrasi.

Dalam pernyataan yang ditandatangani Dekan FH UGM Dahliana Hasan tersebut, institusi menegaskan bahwa tindakan intimidasi terhadap Nabiyla bukan sekadar menyerang individu, tetapi juga mengancam integritas lembaga pendidikan tinggi.

“Mengecam segala bentuk tindakan intimidatif, ancaman, maupun upaya pembungkaman yang mencederai kebebasan akademik. Tindakan tersebut bukan hanya menyerang individu, melainkan mencederai integritas institusi pendidikan dan prinsip demokrasi di Indonesia,” demikian bunyi pernyataan sikap FH UGM atasnama Dahliana Hasan di akun IG @law.ugm yang dikutip Holopis.com, Minggu (19/7/2026).

FH UGM juga memastikan akan memberikan perlindungan institusional kepada Nabiyla selama menjalankan tugas sebagai tenaga pengajar.

“Pimpinan dan segenap sivitas akademika FH UGM berkomitmen penuh untuk melindungi saudari Nabiyla Risfa Izzati. Kami menjamin bahwa setiap staf pengajar yang menjalankan tugas tridarma perguruan tinggi dengan integritas akan mendapatkan perlindungan dan dukungan penuh dari institusi,” lanjutnya.

- Advertisement -

Tak hanya itu, fakultas menyatakan siap memberikan pendampingan hukum serta mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk memastikan hak-hak konstitusional Nabiyla tetap terlindungi.

“Kami memberikan dukungan moral dan pendampingan hukum yang diperlukan bagi saudari Nabiyla Risfa Izzati dalam menghadapi situasi ini. FH UGM siap mengerahkan seluruh sumber daya dan jaringan yang ada untuk memastikan hak-hak konstitusional yang bersangkutan terlindungi,” tegas Dahliana.

Pada bagian akhir pernyataannya, FH UGM mengajak seluruh sivitas akademika tetap bersatu menjaga iklim kebebasan akademik di lingkungan perguruan tinggi.

“Kami mengajak seluruh elemen sivitas akademika untuk tetap bersatu dalam menjaga iklim kebebasan akademik di lingkungan kita,” serunya.

Sebelumnya, Nabiyla mengungkapkan dirinya menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang berisi ancaman sekaligus data pribadi miliknya, termasuk alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK), data keluarga hingga lokasi perangkat yang digunakannya.

Ancaman tersebut muncul setelah Nabiyla mengomentari polemik mutasi dan demosi sejumlah aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum melalui akun X pribadinya. Ia kemudian menyatakan telah melayangkan somasi kepada pihak yang diduga mengirimkan ancaman dan melakukan doxing terhadap dirinya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU