PW SEMMI Sulsel Kecam Pudarnya Identitas Syarikat Islam dalam Kongres IX SEMMI

48 Shares

BANTEN, HOLOPIS.COMPengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Sulawesi Selatan mengecam penyelenggaraan Kongres IX SEMMI yang dinilai mengabaikan identitas historis dan ideologis organisasi sebagai bagian dari keluarga besar Syarikat Islam.

PW SEMMI Sulawesi Selatan menilai hingga pelaksanaan Kongres IX berlangsung, tidak terlihat simbol-simbol utama Syarikat Islam, baik berupa bendera maupun representasi kepemimpinan Syarikat Islam di arena utama kongres.

Di sisi lain, organisasi tersebut menyoroti adanya visual figur politik yang dinilai tidak memiliki keterkaitan historis dengan Syarikat Islam.

Bagi PW SEMMI Sulawesi Selatan, persoalan tersebut bukan sekadar masalah teknis maupun dekorasi acara, melainkan berkaitan dengan penghormatan terhadap sejarah, jati diri, serta arah perjuangan SEMMI.

Ketua Umum PW SEMMI Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Idik Indra Maulana, menegaskan bahwa kondisi tersebut tidak boleh dianggap sebagai persoalan sepele.

“Kami mengecam pengabaian terhadap identitas Syarikat Islam dalam arena Kongres IX SEMMI. Sangat disayangkan apabila forum tertinggi SEMMI justru tidak menghadirkan simbol-simbol yang menjadi akar sejarah lahirnya organisasi ini. Bagaimana mungkin kita berbicara tentang masa depan SEMMI jika penghormatan terhadap sejarahnya sendiri mulai diabaikan,” ungkap Idik Indra dalam keterangan persnya yang diterima Holopis.com, Rabu (22/7/2026).

- Advertisement -

Menurutnya, Kongres IX SEMMI seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat identitas dan nilai-nilai perjuangan organisasi, bukan justru menimbulkan kesan bahwa akar historis SEMMI dikesampingkan.

PW SEMMI Sulawesi Selatan juga meminta Organizing Committee (OC) dan Pengurus Besar SEMMI memberikan penjelasan serta melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan kongres tersebut.

Sebagai forum permusyawaratan tertinggi, Kongres SEMMI dinilai memiliki tanggung jawab moral untuk menampilkan identitas organisasi secara utuh dan proporsional.

“Kami menghormati siapa pun yang memberikan perhatian terhadap SEMMI. Namun penghormatan itu tidak boleh mengaburkan identitas organisasi. SEMMI lahir dari rahim Syarikat Islam, sehingga sudah semestinya simbol, sejarah, dan nilai-nilai Syarikat Islam mendapatkan tempat yang terhormat dalam setiap agenda resmi organisasi, terlebih pada forum tertinggi seperti Kongres,” tegasnya.

PW SEMMI Sulawesi Selatan menegaskan bahwa menjaga identitas organisasi bukan sekadar persoalan simbol, melainkan bentuk penghormatan terhadap sejarah, konstitusi, serta nilai-nilai perjuangan yang menjadi fondasi berdirinya SEMMI.

Organisasi tersebut juga menyatakan akan terus mengawal marwah, sejarah, dan identitas SEMMI sebagai organisasi yang lahir dari rahim Syarikat Islam.

“Kami tidak akan tinggal diam terhadap setiap upaya yang mengaburkan jati diri organisasi. Bagi kami, menjaga identitas SEMMI adalah menjaga kehormatan perjuangan, dan itu merupakan tanggung jawab yang tidak dapat ditawar. Kami akan berdiri di garda paling depan terkait persoalan ini,” pungkas Idik Indra.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Muhammad Ibnu Idris
Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :
Apresiasi untuk Muhammad Ibnu Idris

Menyukai tulisan ini? Dukung penulis agar dapat terus menghadirkan karya dan artikel berkualitas.

Pembayaran via QRIS, GoPay, DANA, OVO, & ShopeePay.

Berita Lainnya

YANG BARU