Operasi Besar Kartel Narkoba di Rio de Janeiro Tewaskan Ratusan Korban Jiwa

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Operasi polisi terhadap geng narkoba yang disebut paling mematikan dalam sejarah Brasil telah menewaskan sedikitnya 121 orang, menurut keterangan pihak berwenang pada Rabu 30 Oktober 2025.

Kepala Keamanan Negara bagian Rio, Brazil, Victor Santos mengatakan bahwa penggerebekan yang menargetkan geng narkoba besar telah direncanakan dengan matang selama lebih dari dua bulan.

“Tingkat kematian yang tinggi dari operasi ini sudah diperkirakan, tetapi bukan hal yang diinginkan,” ujar Victor Santos, kepala keamanan negara bagian Rio, seperti yang dikutip Holopis.com dalam konferensi pers.

Ia juga berjanji akan menyelidiki dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh aparat kepolisian.

Pihak kepolisian Rio de Jeneiro mengkonfirmasi 121 korban tewas sejauh ini, termasuk empat petugas polisi.

Namun, kantor pembela umum menyebut jumlah akhir kemungkinan meningkat hingga setidaknya 132 orang.

- Advertisement -

Presiden Luiz Inácio Lula da Silva menegaskan bahwa kekerasan akibat perdagangan narkoba harus segera ditangani, dengan menyerukan koordinasi yang lebih baik agar operasi tidak membahayakan polisi maupun warga sipil.

“Kita tidak boleh membiarkan kejahatan terorganisir terus menghancurkan keluarga, menindas warga, serta menyebarkan narkoba dan kekerasan di kota-kota,” tulis Lula di platform X.

Warga di kawasan Penha, Rio, dilaporkan mengumpulkan puluhan jenazah dari hutan sekitar pada malam hari dan menyusun lebih dari 70 mayat di tengah jalan utama sebagai bentuk protes dan upaya identifikasi.

Sebelum insiden ini, operasi besar polisi di Rio terjadi pada tahun 2021, ketika 28 orang tewas di wilayah Jacarezinho.

Hanya saja, penggerebekan terbaru ini kini menjadi operasi kepolisian paling mematikan dalam sejarah Brasil.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Aisha Balqis Salsabila
Muhammad Ibnu Idris
Aisha Balqis Salsabila, Muhammad Ibnu Idris
Tim Redaksi :

Berita Lainnya

YANG BARU