JAKARTA – Denny Indrayana tampaknya semakin menggila dengan tantangan pembuktian ijazah SMA / Sederajat milik Gibran Rakabuming Raka, Wakil Presiden yang juga putra sulung Joko Widodo (Jokowi) itu.
Pasalnya, jika sebelumnya ia membuka sayembara sebesar Rp100 juta bagi siapa pun yang bisa menunjukkan ijazah asli Gibran dengan status SMA atau sederajat, kini hadiah justru dinaikkan menjadi Rp1 miliar lebih karena tak ada yang berani maju untuk menjawab tantangannya.
“Per pagi ini, Rabu 19 Agustus 2026, hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA/sederajat Gibran sudah menjadi Rp 1.051.050.000,- naik signifikan karena ada yang mewakafkan tanahnya dengan nilai Rp 700 juta, dan sudah saya verifikasi,” tulis Denny Indrayana dalam akun media sosialnya, Rabu (19/8/2026).
Kemudian, mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM periode 2011 hingga 2014 tersebut menjelaskan mengapa dirinya merasa perlu untuk membuat sayembara tersebut.
“Agar banyak pihak terlibat memikirkan hal penting ini,” ujarnya.
Bagi Denny, sayembara tersebut bukan sekadar menantang Gibran untuk menunjukkan dokumen pendidikan resminya sesuai dengan aturan main dari kepemiluan di Republik Indonesia, akan tetapi menegakkan preseden baik bagi konstitusi di Indonesia.
“Menjaga aturan main kontestasi Pilpres agar dihormati, tidak diakali. Syarat umur sudah diakali, mosok syarat pendidikan diakali lagi?,” tukasnya.
Jika memang Gibran merasa keberatan atau bahkan tidak bisa menunjukkan ijazah SMA atau sederajat itu kepada publik sebagai bagian dari progres keterbukaan informasi publik karena ia merupakan pejabat negara aktif, maka menurut Denny Indrayana, patut diduga jika mantan Walikota Solo tersebut memang tidak qualified.
“Kalau Mas Wapres Gibran tidak bisa menunjukkan, ya berarti tidak memenuhi syarat,” tandasnya.



