HOLOPIS.COM, JAKARTA – Idul Fitri sering kali memicu kerinduan yang mendalam bagi umat Muslim untuk bisa menginjakkan kaki di Tanah Suci, baik untuk ibadah Haji maupun Umroh. Di tahun 2026, dengan kemudahan akses informasi dan berbagai skema pembiayaan syariah, impian menuju Baitullah bisa direncanakan dengan lebih terukur.
Bulan Syawal adalah waktu yang paling tepat untuk memulai niat ini. Mengapa? Karena secara psikologis, kita baru saja menyelesaikan madrasah Ramadan dan memiliki semangat spiritual yang sedang di puncak.
Mengubah niat menjadi rencana finansial yang nyata adalah langkah awal dari perjalanan ibadah yang mabrur.
Menghitung Estimasi Biaya Berdasarkan Kurs 2026
Langkah pertama adalah Menghitung Estimasi Biaya Berdasarkan Kurs 2026. Biaya Umrah dan Haji sangat dipengaruhi oleh nilai tukar mata uang dan kebijakan pemerintah Arab Saudi. Lakukan survei terhadap agen perjalanan (travel) yang memiliki rekam jejak resmi dan terpercaya.
Untuk Umrah, tentukan apakah Anda mengincar paket reguler, awal musim, atau Ramadhan yang harganya bervariasi. Jika targetnya adalah Haji (baik reguler maupun khusus/Plus), pastikan Anda memahami masa tunggu atau waiting list di wilayah Anda.
Dengan mengetahui angka target (misalnya Rp 35-50 juta untuk Umroh), Anda bisa membagi rencana tabungan Anda menjadi target bulanan yang lebih logis.
Memisahkan Rekening dan Tabungan Emas
Langkah kedua adalah Memisahkan Rekening dan Tabungan Emas. Jangan mencampur dana ibadah dengan rekening operasional harian. Di tahun 2026, banyak orang memilih menabung dalam bentuk emas digital atau fisik karena nilainya yang cenderung stabil terhadap inflasi biaya perjalanan.
Anda bisa mulai menyisihkan “uang saku” pasca-Lebaran atau menyisihkan 10-20% dari penghasilan bulanan secara otomatis (auto-debet) ke rekening khusus Haji/Umroh.
Konsistensi dalam jumlah kecil jauh lebih baik daripada menabung dalam jumlah besar namun hanya dilakukan sekali dalam setahun.
Memilih Travel yang Amanah
Langkah ketiga adalah Memilih Travel yang Amanah (Cek Izin PPIU). Jangan tergiur dengan harga murah yang tidak masuk akal. Di tahun 2026, kecanggihan teknologi memudahkan kita untuk mengecek izin penyelenggara melalui aplikasi resmi Kementerian Agama. Pastikan travel tersebut memiliki skema “Pasti Terbang, Pasti Hotel, Pasti Visa”.
Selain itu, carilah travel yang menyediakan program edukasi manasik yang komprehensif agar Anda tidak hanya siap secara finansial, tetapi juga matang secara ilmu ibadah sebelum keberangkatan.
Doa dan Istiqomah
Terakhir, sertai ikhtiar finansial dengan doa yang istiqomah. Setiap kali Anda menyisihkan uang ke tabungan, ucapkanlah doa agar Allah memanggil Anda segera ke rumah-Nya. Di tahun 2026 ini, jadikanlah momentum Syawal sebagai titik balik untuk berkomitmen menata masa depan akhirat.
Menabung untuk Haji dan Umroh bukan tentang seberapa kaya kita, tapi tentang seberapa besar kerinduan dan usaha kita untuk memenuhi panggilan-Nya. Semoga niat suci Anda di tahun ini dimudahkan dan segera terwujud.



