Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas peran pelayanan keagamaan agar tidak terbatas pada kegiatan rutin, tetapi juga hadir ketika masyarakat menghadapi situasi sulit.
Dana Wakaf Terkumpul Rp4,7 Triliun
Syahganda menilai agama juga memiliki peran dalam pembangunan manusia atau human development serta penguatan kualitas sumber daya manusia atau human capital.
Dukungan itu dapat dilakukan melalui pendidikan, beasiswa, pembelajaran jarak jauh, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
“Yang ketiga, agama itu ikut berperan serta dalam memajukan human development, human capital, seperti pembelajaran jarak jauh, beasiswa, dan lain-lain,” kata Syahganda.
Dalam bidang ekonomi, Kemenag mencatat dana wakaf yang terkumpul mencapai Rp4,7 triliun. Dana tersebut diarahkan untuk investasi dan pemberdayaan masyarakat, sehingga wakaf juga berpotensi mendukung peningkatan kesejahteraan umat.
PIP 2026 Sasar 2,6 Juta Peserta Didik
Di sektor pendidikan, Program Indonesia Pintar (PIP) Kemenag pada 2026 direncanakan menjangkau 2.607.195 peserta didik dengan alokasi anggaran Rp2,08 triliun.
Program bantuan pendidikan dan beasiswa juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat untuk melanjutkan pendidikan, termasuk ke jenjang perguruan tinggi.
Kemenag turut mencatat dukungan peningkatan kesejahteraan bagi 452.796 guru dengan alokasi anggaran sekitar Rp19 triliun. Cakupannya meliputi guru madrasah dan guru pendidikan keagamaan lainnya.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, Kemenag terus mendukung penguatan ekosistem pendidikan sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Pembenahan birokrasi agar lebih bersih dan berorientasi pada pelayanan publik juga menjadi perhatian kementerian tersebut.
“Kementerian Agama sangat aktif untuk mendukung kegiatan-kegiatan ekosistem pendidikan yang seperti digagas oleh Bapak Presiden kita. Kemudian juga untuk birokrasi yang bersih dan melayani, alhamdulillah Kementerian Agama juga beberapa kali mendapatkan penghargaan,” kata Nasaruddin.



