JAKARTA – Ketua Koordinator Nasional Presidium Pemuda Timur, Sandri Rumanama, memberikan apresiasi terhadap langkah Polri dalam menangani bencana yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Apresiasi tersebut diberikan kepada Kapolri dan jajaran Polda NTT yang dinilai telah menunjukkan kepedulian dan turun langsung dalam membantu masyarakat terdampak bencana.
Sandri mengatakan, Kapolri telah memberikan perhatian langsung terhadap penanganan warga yang menjadi korban bencana. Hal serupa, menurutnya, juga dilakukan jajaran Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Timur.
“Pak Kapolri turun langsung ke lokasi bencana memberikan bantuan, begitu juga Pak Kapolda. Kita apresiasi itu,” kata Sandri dalam keterangannya yang diterima Holopis.com, Rabu (2/9/2026).
Berdasarkan laporan tim Presidium Pemuda Timur di lapangan, Sandri menyebut Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, aktif memimpin langsung penanganan dan penyaluran bantuan kepada masyarakat pascabencana gempa di Flores.
Menurut Sandri, keterlibatan Kapolda NTT tidak hanya sebatas memberikan instruksi dari jauh, melainkan turut berada di tengah masyarakat terdampak.
“Kata tim di sana, Pak Kapolda itu aktif sekali, bahkan tidur di rumah-rumah warga,” ujarnya.
Sandri kemudian memaparkan sejumlah langkah jajaran Polda NTT yang dinilainya patut mendapatkan apresiasi dalam upaya penanganan dan pemulihan pascabencana.
Di antaranya adalah penyaluran ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak, serta peresmian dan renovasi ruang kelas Madrasah Ibtidaiyah Al-Hidayah di Pulau Kukusan, yang merupakan kawasan penyangga Taman Nasional Komodo.
Selain itu, jajaran Polda NTT juga disebut melakukan peninjauan langsung serta memberikan bantuan dana dan material renovasi bagi anggota kepolisian yang terdampak gempa, termasuk di wilayah Polres Ende dan Rusun Asrama Polres Manggarai Barat.
Upaya pemulihan juga dilakukan melalui kegiatan pendampingan psikologis bagi anak-anak pengungsi dan korban terdampak bencana di sejumlah wilayah, termasuk Nagekeo dan Pulau Kukusan.
Tidak hanya itu, Polri juga mengerahkan puluhan personel Samapta bersama satwa K-9 untuk membantu masyarakat membersihkan puing-puing bangunan serta rumah warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Sandri menilai berbagai langkah tersebut menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam membantu masyarakat, khususnya warga di kawasan Indonesia Timur yang sedang menghadapi situasi sulit akibat bencana.



