Tekanan jual juga terlihat dari jumlah saham yang melemah. Sebanyak 497 saham tercatat turun, sedangkan hanya 171 saham menguat dan 119 saham lainnya bergerak stagnan.
Pelemahan IHSG turut diikuti tekanan terhadap rupiah. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah 0,09 persen ke level Rp17.898 per dolar AS pada penutupan perdagangan.
Dari sisi sektoral, saham perindustrian menjadi sektor dengan pelemahan terdalam, yakni sebesar 2,86 persen. Berikutnya, sektor energi turun 2,76 persen dan sektor infrastruktur melemah 2,54 persen.
Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi OJK untuk mengembalikan daya tarik pasar modal Indonesia di mata investor asing. Namun, OJK melihat masih terdapat sejumlah faktor yang dapat menjadi pijakan, terutama prospek pertumbuhan ekonomi nasional serta valuasi saham yang dinilai relatif kompetitif dibandingkan pasar di kawasan.



